Sosial Media Dilema : Menjadi Sebuah Insight Atau Problem?




Membahas tentang topik yang berjudul "Sosial Media dilema : Menjadi Sebuah Insight Atau Problem?" yang menarik untuk dibahas. Baik, aku mau mengartikan dulu apa arti dari kata dilema.

Dilema adalah situasi yang dihadapkan pada kita untuk menentukan dua pilihan yang sulit. 

Sama-sama tidak menyenangkan, tidak menguntungkan bahkan sangat meresahkan. Media sosial ini tak terlepas dari kehidupan kita hingga membuat dilema. Bagaimana tidak? Fitur-fitur canggih yang dihadirkan senantiasa mempermudah kita dalam melakukan kegiatan dan ada sisi gelap yang perlu diketahui. Seiring berkembangnya zaman maka mau tidak mau kita haruslah mengikuti perubahan teknologi ini.

Tems, beberapa pertanyaan aku ajuin ini yang mestinya kita pernah lakukan. Nah, pernah gak menghabiskan waktu seharian buka aplikasi sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter dsb? Mayoritas akan menjawab sering, bukan jarang lagi. 

Apakah kita mencari sesuatu bahkan tidak mau nyari apa-apa tapi membuat kita betah banget berlama-lama di internet itu? Tujuannya mungkin ingin melihat informasi tapi tanpa kita sadari kita mencari sesuatu hal yang tidak benar-benar berniat untuk mencarinya. Padahal janjinya bermain sosmed hanya 3 jam, setelah itu lanjut lagi belajar. Namun kita tak bisa meninggalkannya walau sebentar saja, bucin sosmed ya. Hehehe kidding.




Kita selalu terjebak dalam hal yang tidak ingin sama sekali kita explore. Seketika sosial media mengerti apa yang kita inginkan, mereka mengetahui apa kesukaanmu dan seolah-olah paham psikologi tiap individu. Semisal ni, kita melihat video memasak, quotes, atau lagu-lagu, dan lain-lain. Nah tanpa kita searching rekaman yang kita lihat itu akan direkam oleh jejak sosmed. Sehingga menjadi historis baginya agar memberikan mood yang baik kepada diri kita.

Oke biar makin jelas. Aku mau cerita lagi nih. Akhir pekan ini, aku pertama kali mendownload aplikasi yang masih booming yaitu aplikasi Tiktok, niatnya hanya untuk menambah wawasan karena aplikasinya ini sekarang sudah dipergunakan dengan lebih baik. Nah, ketika membukanya pertama tiba-tiba muncul vidio yang aku sukai. Padahal aku belum pernah buka loh. Karena akibat dari menghubungkan akun Tiktok dengan email yang aku pake di Facebook. Dimana di FB aku sering liat vidio tips dan tutorial apapun, baik memasak, kreasi tangan, dan sebagainya. Kemudian Tiktok merekam sejarah kita dan langsung merekomendasikan beberapa vidio yang paling disukai kepadaku.

Tau nggak apa yang bikin dilema sosial, tems. Bagaimana jika data yang kita gunakan untuk menghubungkan ke tools gratis (google, FB, Ig dll) tersebut dijual oleh pemilik toolsnya?. Mungkin kita gak sadar telah diperlakukan seperti itu. Hmm, semua data disimpan baik-baik oleh pemilik tools ini. Takut sih iya, tapi waspada juga ya, tems. Kita telah menyetujui data kita untuk dijual tanpa harus meminta persetujuan dari kita, ya kan? Duh iya juga.

Lagi lagi apakah pola atau motif yang mereka gunakan? Dimunculkannya data yang disukai itu supaya kita senang berlama-lama di sana. Sampai mereka tahu apa yang cocok dengan kemauan kita. Sebab kita pernah log in untuk memasukkan data, searching untuk mencari data, dan explorer kegiatan kita merekam data. Dan seringkali kita men-share lokasi keberadaan dan apa saja yang kita lakukan. Meskipun aplikasi tersebut gratis, kita sebenarnya sedang dimanfaatkan untuk meningkatkan income atau pendapatan mereka. Bukannya kita untung tapi malah buntung. Tentunya kita tahu suatu data yang paling besar berpengaruh di dunia adalah Big Data. Dimana banyak sekali data yang ditampung dari seluruh dunia, untuk memaksimalkan keuntungan tertentu.

Dan disini kita sadar bahwa tools itu bukan sekedar alat biasa. Ya malah seperti makhluk hidup. Tools ini bagaikan dua mata pisau. Kedudukannya akan menjadi sebuah insight atau malah menjadi masalah bagi kita.




Coba jikalau kita mampu mendudukkan sikap kita, tahu prioritas untuk kebutuhan kita, dan tidak mengikuti arus yang bakal merugikan diri kita. Baiklah, aku mau membagikan beberapa insight.

Beberapa insight yang baiknya bagi pengguna sosial media :

1. Memanfaatkan sosial media untuk menambah  wawasan.


Saking positifnya jika tak mengetahui apa-apa kita langsung searching pengetahuan dari tools tersebut agar bertambah pula ilmu kita. Sampai ada guyonan, tak ada yang tidak diketahui oleh mbah google, kecuali 3 perkara yaitu jodoh, rezeki dan kematian. Hahaha

So, manfaatkan banyak tools tersebut untuk kita belajar menambah wawasan, pengetahuan dan skill.

2. Membuat Konten


Jika sosmed dipenuhi dengan hal yang dapat merugikan kita. Bagaimana kalau kita mulai, dengan membuat konten supaya tool ini sangat bermanfaat. Toh, dengan kita menyebarkan konten bermutu akan tumbuh manusia kreatif lainnya dan akan lebih menyemangati lagi untuk berkreasi. Sehingga menghindari tersebarnya konten yang tidak baik tersebut.

Satu hal yang penting dalam membuat konten adalah Jangan menyerah jika kita tidak mendapatkan perhatian dari banyak orang. Niat baik pun akan dinilai positif oleh Allah, tujuan kita menyebarkan kebaikan. Maka suatu saat nanti bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

3. Bikin mood kita baik


Loh, kok bisa ya? Terutama bagi pecandu sosial media. Sebab konten media sosial yang telah kita scroll atau lakukan pencarian akan dianggap sebagai data yang kita sukai oleh tools canggih ini. Oleh karenanya, semua data akan merekam kegiatan kita. So, tak heran saat kita berkunjung ke tools gratis maka akan ditampilkan pencarian yang sering dibuka.



Ini yang paling utama, penting bagi kita mengenali masalah atau dilema sosial ini, supaya apa? Agar kita bisa mengatasi dan mencarikan solusinya lebih baik. Apa sajakah itu.

Nah ini dia beberapa problem sosial media :

1. Spend Time (Menghabiskan waktu)


Buktinya kita mau-mau saja meluangkan waktu untuk sekedar mencari sesuatu yang tidak benar-benar ingin dicari. Jangan sampai karena waktu kita habiskan ke hal yang sia-sia hingga kita melupakan orang sekitar. Sejatinya kita adalah makhluk sosial, maka saling membutuhkan satu sama lainnya. Dan ingat juga masih ada kewajiban dan tanggung jawab yang kita dahulukan hehehe (self reminder ya)

2. Data kita diperjual belikan


Wah makin parah lagi nih. Kalau kayak gini gak akan ada yang mau ngasih data asli, tapi masalahnya mau asli apa palsu, tetap saja semua data tetap akan dimanfaatkan. Intinya jangan sampai kita menghilangkan data sendiri, ini bahaya loh. Sudahlah datanya hilang dicuri sama pihak yang tak berhak. Bahkan hasilnya digunakan untuk melakukan kecurangan lainnya. Hingga kita tidak bisa berbuat apa lagi, pasrah uyyy. Yap, tak bisa dipungkiri saat ini kita harus tetap berhati-hati, jangan menyesal kemudian atas rekaman jejak kita yang kita lakukan malah dikendalikan oleh pihak lain, Wallahu'alam.

3. Mengetahui apa yang tidak diketahui


Sadar gak pihak tools lebih mengetahui apapun tentang kita daripada pacar kita? Ada yang suka memanfaatkan finger print, face detection yang super keren. Aku juga, tapi beginilah data kita disimpan agar dapat terhindar dari kecurangan. Cuman yang jadi masalah nih, kita jadi kayak dibuntuti privasinya gitu.

Gini nih, suatu ketika aku buka walls fb. Pihak fb merekomendasikan teman-temanku yang jarang berjumpa. Sebenarnya dia tahu aku berteman dengan si A, B itu dari siapa? Hmm gak sadar ya, kitalah yang menshare data kita sendiri, kita sebutkan asal sekolah, alamat tinggal, umur, dan lain-lain untuk dilacak oleh pemilik tools. Sehingga kita dapat  diprediksi berteman dengan siapa saja. 

Jadi tak perlu diragukan lagi. Sosial dilema ini ibarat buah simalakama, sebab kita dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menyulitkan. Sulit untuk memilih, karena di suatu sisi tools sosial ini akan menguntungkan banget untuk kemajuan diri dan kebermanfaatan kita di tengah sosial. Namun di sisi lain malah merugikan banget karena banyak data yang dapat dipergunakan untuk kepentingan tertentu.

Ternyata dilema sosial media ini adalah pembentukan diri kita. 

Nah, intinya bagaimana kita menempatkan diri kita, mendudukkan diri supaya kuat dengan pendirian kita. Sebab yang paling sulit itu ya, melawan diri sendiri. Kitalah yang nentuin, mau pilih jalan yang mana, mau membentuk karakter seperti apa. Ya kembali ke diri kita semuanya deh. So, kitalah yang mengendalikan diri kita, bukan dia ataupun mereka.

Semoga bermanfaat dan membuka pikiran kita untuk lebih jelas dalam bersikap ya teman-teman. Kalau menurut kalian, bagaimana sikap kita terhadap sosial media? Berbagi dan comment di bawah ya, terima kasih.

10 comments:

  1. Suka bangeeeett tulisannya, social media dilemma ini salah satu topik yang selalu menarik buat aku, karena bener2 totally can relate (begitu juga semua pengguna sosmed kayaknya). Selalu penasaran dengan dunia gelap di balik gemerlapnya platform digital ini, yet masih terjebak juga dalam permainan mereka, alias demen banget wasting time di media sosial. Pengalaman tentang ini juga yg pengen aku share di blogku, dan masih dalam bentuk draft hehe. Terima kasih sudah berbagi insight dan tipsnyaa!๐Ÿ˜€

    Salam kenal, Ulfah!๐Ÿ˜๐Ÿ‘‹๐Ÿป

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar banget kak, hihihi. Selalu bikin penasaran topik sosial media dilema ini ya kak๐Ÿ˜… Penasaran sama pengalman kk juga, semoga segera rampung tulisannya, ditunggu pokoknya deh... Semangat terus berkarya kak :)

      Terima kasih udah berkunjung kak๐Ÿค—๐Ÿ™. Salam kenal balik kak awl๐Ÿค—

      Delete
  2. Mantapp,artikel yang sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung, senang rasanya jadi artikelnya bermanfaat ๐Ÿ˜‡ ๐Ÿ™

      Delete
  3. Selalu semangat dan sukses๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  4. Yaa, di satu sisi kita mendapat berbagaii informasi yg bermanfaat, namun ketika tidak bijak, malahan jadi mnghabiskn waktu yaa ๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dua sisinya kena,,, jadi kitalah yang bijak dalam menggunakannya, hehehe. Thank you udah berkunjung, sukses selalu๐Ÿ˜…๐Ÿ™

      Delete
  5. terkadang bisa dua2 nya sih. artikelnya sangat bermanfaat, terus berkarya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul... Dua2nya bisa sih๐Ÿ˜Š

      Terima kasih atas kunjungannya, tetap semangatt๐Ÿ˜‡๐Ÿ™

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, don't forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Theme images by UteHil. Powered by Blogger.