Daftar Isi [Tampil]

Perjalanan-Aku-dan-blog

Hallo Buds. Tepat tanggal 27 Oktober 2021 sehari sebelum peringatan sumpah pemuda, para blogger merayakan suatu hari yang luar biasa yakni "Hari Blogger Nasional". So, di hari yang spesial ini aku ingin berbagi perjalanan bersama blog kesayangan. 


Perjalanan ngeblog yang mulanya tak pernah aku duga. Cause, aku ikut seminar, pelatihan, dan workshop blog saja belum pernah, apalagi membayangkan menjadi seorang blogger, pastinya terjun di dunia blog tidak tau seperti apa. Hal ini berbanding terbalik dengan duniaku saat itu ialah seorang mahasiswa baru jurusan akuntansi. Tau dong gimana rasanya circle yang belum cocok dengan hobiku. Ya, aku belum menemukan lingkungan blogger yang aku kenali dan dekat.


Nah, waktu aku menginjakkan kaki menjadi mahasiswa baru di tahun 2017, terlintas di benakku membuat sebuah blog. Tentunya hanya punya tujuan yang sederhana yaitu aku suka menulis!


Terus kalau gak suka menulis gak bisa punya blog? Oh, belum tentu. Banyak kok, yang tidak suka menulis tapi suka fotografi bisa sharing di blognya. Tapi akan lebih baik kalau suka dan bisa melakukannya.


Karena saat menulis di blog ini aku juga belum punya dasar dunia blog lho. Ternyata penasaran saja tidak cukup, maka aku mencari ilmu lewat sosial media dan mengeksekusikannya. Tapi kian hari aku terus menjatuhkan hati pada dunia blog ini, so excited.


Karena ngeblog membuatku menemukan duniaku, seperti perasaan aku bisa feel free membuat karya. Ketika rasa penasaran yang menggugah hatiku tersebut tentang blog sehingga selalu menggali ilmu dari berbagai media sosial berupa YouTube dan Facebook perihal blog, terkadang bertemu dengan komunitas-komunitas blogger yang hebat-hebat, hingga mendapatkan banyak teman lewat blog yang saling support. It's so pleasure.


Nah, bergelut dengan dunia blog aku kaget mengetahui yang namanya html di blogspot, padahal diriku bukan termasuk orang yang suka programming. Akan tetapi, menyukai tampilan blog yang visual dan simple. Meskipun dengan platform blogspot sampai detik ini, Buds.


Ketika aku belajar mengotak-atik tema blognya biar terlihat lebih cakep. Pernah banget saking semangatnya mengotak-atik html, ternyata blog ini dipenuhi gambar yang ukurannya sama besar dengan halaman blog aku saat itu, bayangkan saja tulisannya mau ditaruh di mana :D


And then, aku bisa berhasil mencari jalan keluarnya. Senang banget malahan bisa menyelesaikan permasalahan blog secara otodidak jadi mendapatkan lebih banyak pelajaran dan pengalaman.


Drama Memulai Sahabatulfah


Tak cukup sampai di situ, drama blognya yang semula hanya fokus merubah tampilan blog dengan effort pemula yang luar biasa. Tiba-tiba segalanya terlupakan, dimana password email yang aku gunakan saat pertama kali buat blog hilang di memo hp. Memang sepertinya aku harus mencatat dan menggunakan email yang mudah diingat saja agar selalu konsisten dengan blog itu.


Nah, kalau berkaitan dengan nama filosofi nama blog sahabatulfah masih blogspot.com alias gratisan dulunya, alhamdulillah aku tetap konsisten dengan nama blog sahabatulfah yang kini tld (.com). Sebab namanya sudah terngiang di benak dan melekat di hatiku hingga sekarang ini. Kisahnya, aku dulu itu berkeinginan menjadikan blogku sebagai ruang untuk membuka diri dan healing diri selama ini. Sehingga kalau ada masalah dengan membuka blog sahabatulfah, lalu membacanya atau membuat tulisan yang baru.


Baca juga :

1. Manfaat ngeblog bagi para blogger

2. Alasan menulis blog versi sahabatulfah


Tiba saatnya aku aktif sebagai mahasiswa kura-kura yaitu kuliah rapat kuliah rapat, aktif di organisasi kemahasiswaan yang mana aktivitasnya padat dan tugas mahasiswa baru itu juga banyak. Sehingga kalau alasan ngeblog waktu itu dilakukan hanya pada waktu luang saja, kalau sekarang sudah menjadi prioritas karena kalau belum melihat blog sehari berasa ada yang hampa gitu. 


Permulaan dari Nol Bersama Blog Kesayangan


Buds, gimana perasaan kalian saat awal-awal mulai ngeblog? Kalau aku kagum sama dunia ini walau cuma modal yakin dan tidak aku ketahui apa tujuan sebenarnya ngeblog pada saat itu. Bahkan aku sendiri juga bingung, pernah juga ada perasaan gimana kalau tidak didukung oleh orang banyak, yap terlebih circle yang belum support tadi.


Ketika aku membayangkan bagaimana pendapat orang dan pikiran orang seperti apa. Yang terjadi apa? Malah sebaliknya setelah aku mengenalkan blogku pada khalayak umum apa yang aku pikirkan tadi berbeda, orang-orang pada mendukung jalanku. Mungkin, itu hanya efek ketidakpercayaan diri kita atau overthingking pemula yang ragu-ragu doang. Jangan takut dikritik, sejujurnya ketika kita dikritik oleh orang lain itulah saatnya kita bisa menemukan jati diri kita. Namun pasti ada kita tidak membutuhkan kritikan, yap hanya butuh support.


Pada akhirnya, hal yang mendorongku untuk mempublikasikan blog ini adalah semangat yang luar biasa untuk berbagi dan menyebarkan kebermanfaatan bagi banyak orang. Meskipun kesibukanku yang begitu padat sebagai mahasiswa merangkap aktivis, aku tidak ingin blog ini terlantar.


Pernah juga aku dibilang gak akan bisa sukses karena niche tidak jelas. Tapi saat itulah aku introspeksi diri, walaupun aku tidak diberi semangat ya karena sempat dipatahkan oleh kata-kata itu.


Ibaratkan api, apinya masih membara-bara sebab baru memulai. Namun api tersebut dimatikan dengan percikan air sebelum dia bisa melangkah kembali. So, semangat terus yuk! Biarkan orang membual tentang kemenanganmu.


Yang perlu di-highlight adalah bagaimana kita bisa mengarahkan tujuan blog kita agar pengunjung mau kembali lagi. Saat ini aku sedang membangun blog tersebut dan bertekad agar pengunjung datang ke blog agar bisa mendapatkan kesan yang baik-baik saja. Ya, hasilnya akan bermanfaat bagi orang lain atau tidak itu hal yang relatif. Boleh-boleh aja sih berharap banyak untuk kebaikan tapi jangan risau jika tidak sesuai ekspektasi kita. But, kita bisa berencana dan Allah maha pemberi rencana yang menentukan. Yuk bisa, Buds.


Satu Setengah Tahun Menjadi Part a Blogger

Satu-setengah-tahun-blog

Sebelumnya aku menyebut diri aku ini sebagai pra-blogger, hal ini karena pikiranku masih belum tercurahkan seutuhnya ke blog, dalam keseharian pun untuk ngeblog aku mencari waktu yang pas, tapi sekarang aku merasakan blog adalah diriku. Walaupun dulu aku buka blog saat sempatnya saja. Namun sekarang bukan saat sempat lagi, bahkan dengan sengaja aku sediakan waktu untuk ngeblog.


Aku tidak akan pernah bosan dengan dunia blog lagi, padahal dulu pernah aku lupakan. Karena dari blog juga mendapatkan banyak pengalaman seperti rajin blogwalking dan mengasah skill menulis di blog kesayangan. Bersyukurnya, dari blog kita bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Jadi blogger itu asyik lho dengan banyak pengalaman, manfaat, keajaiban serta circle yang didapatkan. 


Aku berpikiran saat awalnya ngeblog, dari pikiran yang tidak terbuka maka dengan ngeblog pikiran ini menjadi lebih terbuka luas, jadi beneran merubah pikiran yang selama ini kaku banget, Buds.


Dan yang paling menyenangkan adalah mahasiswa seperti aku bakalan senang dengan kesempatan tawaran job. Mungkin, ketika endorse barang yang harga barangnya tidak murah tapi kita bisa memilikinya ataupun dapat job berbayar. Wahh luar biasa excited banget. Setelah menjadi ex.mahasiswa kini aku terus berusaha mendapatkan tambahan pendapatan. Pokoknya menjadi blogger itu suatu keajaiban bagiku deh. 


Jadi, jika satu setengah tahun adalah waktu yang singkat, perjalanan bersama blog kesayangan masih panjang, doakan ya. Bukan masalah waktunya tapi prosesnya yang perlu dinikmati. Menikmati proses yang penuh pembelajaran, kreativitas, dan kemampuan untuk mengembangkan diri lebih baik. Semangat berkaryanya ya, semangat!


Semoga bermanfaat dan terhibur, Buds. See you BudsπŸ€—πŸ€—