Destinasi Wisata yang Dikunjungi Ketika Berlibur ke Negara Malaysia dan Malaka.

Halo semuanya, apa kabar? Kuharap di tengah suasana baru new normal ini semoga selalu dilimpahkan nikmat sehat. Aamiin.

Pada tulisanku kali ini, berhubung rindu liburan maka aku bakal berbagi cerita perjalanan ke negara Malaysia dan Malaka. Baik perasaan, cerita hingga keseruannya di sana. Bagaimana trip pertama kalinya ke luar negeri? Dibaca ya sampai habis.

Tahun 2019, satu inginku terpenuhi. Pergi ke luar negeri.  Waktu itu, abangku hendak pulang dari Jerman. Terasa sekali kepulangannya ke Indonesia selalu pergi jalan-jalan seputar Sumbar.  Ke luar negeri itu seperti sebuah dongeng bagiku sebab banyak pertimbangannya. Mau tapi ragu mengatakan kepada beliau, bahkan melobi untuk perjalanannya. Sebenarnya ingin sekali jalan-jalan ke luar negeri dari dulu. Semula mama dan papaku bilang, jangan. Kita berlibur luar daerah saja. 

Konon katanya, tiket pesawat ke luar negeri lebih murah dibandingkan luar kota. Akhirnya Abang alias pak boss menyetujui.  Paspor mesti segera diurus. Bahkan aku bersedia mempersiapkannya dibalik kesibukanku. Tak ingin merepotkan semua orang. Namun kenyataannya beda, setiap pengurusan paspor di Padang penuh tiap minggunya.  Tak ingin berlama-lama,  kami mengurusnya di Bukittinggi, agar selesai secepatnya. Berbagai pertimbangan, kami hingga menyelesaikan paspor di kota Bukittinggi yang perjalanannya butuh 4 jam dari Padang.

Baca juga >>> Cara mudah mengurus paspor di luar daerah

Setelah satu berkas selesai. Langsung tiket pesawat dipesan. Rencana jadwal liburannya yaitu bulan Agustus. Pertengahan Juli, paspor kedua orangtuaku sudah diantar oleh pos ke rumah. Sementara paspor aku, belum juga. Tiket pesawat pun melonjak naik sedikit. Rasa cemas berkumpul jadi satu.

Alhasil, benar-benar pasporku dikirim lewat pos akhir bulannya. Tiket tetap dipesan.

Agustus, tanggal 16, tahun 2019.

Siang pukul 2, kami bersiap-siap manuju Bandara Internasional Minangkabau. Hampir nyampe bandara koper kakakku ketinggalan, semua isinya pakaian selama di sana. Terpaksa mobil berputar arah. Tancap gas lagi ke rumah. Jam 3 barulah cek in di BIM.

Aku, kedua orangtuaku, kakak perempuanku, abangku, dan kedua nenekku terlibat dalam perjalanan ini. Paspor di cek apakah sesuai nama penumpang. Dicocokkannya. Tapi nenekku namanya beda, dengan identitas bangkunya. Pihak bandara tidak terima. Tak setuju ada perbedaan itu. Bercampur aduk, bagaimana nanti kami berangkat. Sisa waktu keberangkatan sebentar lagi, gak akan pergi semua jika satu orang nenekku tidak ikut.

Alhamdulillah semua pertimbangan dilakukan, pihak bandara mengizinkan. Yap, kami menuju tempat imigrasi. Barang-barang diperiksa ketat. Untuk parfum, handbody, gelang besi, dan sebagainya ditinggal. Untungnya kami sudah mewanti-wanti agar barang yang tidak diperbolehkan 

Nah, kami berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Kuala Lumpur Internasional Airline (KLIA) jam 16.00 WIB. Tepat waktu meskipun liku-liku semua dilalui. Tiba di KLIA, Malaysia sekitar pukul 7 PM. Sejam bedanya, di Indonesia masih pukul 6 sore. Kami diperiksa imigrasi lagi. Kemudian menunggu kabin bagasi. Bergantian sholat di bandara. Sementara, sepupuku sudah menunggu di luar bandara memakai mobil Socar alias mobil sewa untuk beberapa hari. Jasa socar bisa dipakai bagi penduduk Malaysia, untungnya sepupuku bisa.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Jasa Socar

Malam itu mengecek penginapan yang sudah dibooking yaitu Hotel Regalia Residence. Kehadiran kami ke Malaysia disambut hangat sama keluargaku di sana. Diajak makan sebuah daerah khusus makanan Indonesia. 

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Restoran Khas Indonesia


Sungguh syahdu sembari mendengarkan lagu Indonesia yang dibawakan oleh pengamen jalanan. Makanannya murah sekali, enak lagi. Nasi ditaruh pada daun pisang. Sambal dihidang. Sayup-sayup suara Melayu diperdengarkan. Agak lucu kedengarannya, tapi sedikit mengerti juga. Dengan hati senang selepas itu pulang ke penginapan.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Hotel Regalia Malaysia

Esok hari. Trip ke Malaka, Negara Bagian Malaysia. Jaraknya sangat jauh dari hotel kira-kira 3 jam. Di luar, cuaca agak gerimis sehingga kami sangat menikmati perjalanannya.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
OTW MALAKA


Begini Malaysia. Pembedanya itu dilihat dari rambu-rambu begitu lengkap. Jalanan diatur sedemikian rupa supaya tidak macet. Kendaraan pribadi ujung kanan, khusus motor paling ujung kiri, dan kendaraan umum diantaranya. Kendaraan dengan kecepatan tinggi berada sebelah kanan, sedang berada di tengah, sedangkan kecepatan rendah bagian kiri. Tertib sekali. 

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ketika.html
Menuju Malacca
Menikmati jalan Malaysia yang berkelok-kelok. Ada pohon di tiap sisinya. Hingga memanjakan mata untuk memandangnya

Mobil saja tau cara kerjanya, ketika orang melintasi jalan, mobil yang mengedip lampunya mengartikan untuk memberikan jalan. Jika boleh dibandingkan Negara Jiran ini ibarat Ibu Kota Jakarta yang sudah sangat maju.

Di Malaka kami tak lupa mencicipi kuliner di sana. Kami makan dengan kuliner khas daerahnya yaitu nasi lemak, dan memesan makanan ringan  cocol tahu pun minuman teh es (ice tea).

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Nasi Lemak

Setelah tenaga berisi. Kami melaksanakan solat di mesjid ternama yaitu Mesjid Selat Malaka. Bagian belakangnya, kita menyaksikan hamparan laut selat Malaka.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Mesjid Selat Malaka


Ya dari kecil hanya mendengar istilah selat Malaka, tapi sekarang berpandangan langsung. Masya Allah.  


Mesjid tersebut banyak dikunjungi para turis asing. Area ini wajib menggunakan pakaian tertutup. Hampir awalnya aku mengira kami salah kostum, ternyata kostum yang dikenakan bagi yang non muslim/ tidak menggunakan baju tertutup saja. Lebih enak dipandang.

Doaku siang itu berharap siang kembali cerah. Alhamdulillah. Kami melihat matahari muncul sekaligus menambah indahnya selat malaka. Kami berfoto dekat laut tersebut. Aslinya luar biasa cantiknya.

Selanjutnya, Malaka juga terkenal dengan pusat sejarah, dalam bahasa Melayunya "Bandaraya Malaka Bersejarah".

Jika ke Malaysia haruslah mengunjungi Malaka biar afdol. Di perjalanan serba merah, gedung bahkan jalanan pun merah. Sebab kita menyusuri klenteng Cina. 

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Malaka

Selain laut. Di Malaka juga terkenal dengan sungainya.


https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
River Malaka

Ini mereka sebab aku hadir di dunia. Nenekku baju hijau, adik nenek baju ungu, mereka foto bersama Mama. Kedua nenekku itu sering jalan-jalan baik ke Mekkah, Thailand dan sebagainya. Hmm kalau punya blog mereka pasti lebih seru kisahnya daripada aku. Hahahaha.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
River Malaka

Ini garis silsilah aku. Aku cucu siapa, anak siapa. Tuh, tau kan aku mirip siapa? Hahaha. Di atas merupakan Mama dan Nenekku, mereka masih segar dan doakan terus sehat ya manteman. Aamiin.

Tampak ya, lukisan di seberang sungai. Di Malaka itu juga banyak sekali lukisan seperti itu, berjalan kita ke tepi sungai ini di sebelahnya mereka menjual lukisan unik.


Dan kebanggaan tersendiri bagi mereka memperlihatkan Bendera Malaysia. Selalu mengibarkan bendera dimanapun. Bangganya mereka kenakan, di gedung-gedung, rumah sakit, dan sepanjang jalanan. Salut melihat kepercayaan diri bangsanya. Bukan maksud meremehkan negara sendiri, inilah setidaknya kita jadikan contoh bagi perubahan supaya Negera kita tetap dijunjung. Perlu ditiru rasa nasionalis mereka.

Di tengah kota, kapal kokoh tegak. Dari depan kapal terdapat pasar tradisional. Ya, pasar oleh-oleh. Tapi lebih murah belanja di pusat oleh-oleh Malaysia. Setelah itu, kami berkeliling kota Malaka dengan mobil Socar.

Barangkali, hari ini kami menutup dengan mengunjungi sebuah mesjid terkenal di Malaysia. Mesjid Perdana Putra Jaya.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Mesjid Perdana Putra Jaya


Mesjidnya nyaman, megah, damai dengan nuansa yang khas dengan warna pinknya. Di samping mesjid juga dibatasi oleh danau yang panjang bernama Danau Teman Traveler. Di sekitar mesjid area kepemerintahan dan wisata juga. Jangan lupa kalau nyampe Malaysia mampir ke sini ya manteman.  

Magrib tiba, kami pun kembali ke hotel. Malam itu kami mandi dan solat di penginapan. Pemandangan hotel juga indah. Bersyukurnya kami mendapati kamar pas di depannya tampak Menara Kembar. 

Selalu di depan teras kamar tiap malam kami duduk2 sembari melihat cantiknya kota. Kali ini pukul 9 malam kami berempat, muda mudi jalan-jalan ke luar. Sambil menghirup udara dan mencari tempat tongkrongan buka 24 jam bernama Murni Recovery Restauran, mobil kami parkir depan cafe. Yang di situ banyak buka seharian. Tak habis pikir minumannya gede sekali dengan harga segitu. 


https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Kopi Malaka

Minuman ini besarnya 2.5 kali botol di Indonesia lho. Bayangkan saja, mesti bungkus lagi saking kekenyangannya. Makanya kepuasan konsumen sangat diperhatikan oleh kafe itu. Mereka memprioritaskan kualitas dan kepuasan konsumen, konsep marketing sekali kan ya.

Esoknya, jadwal kami ke Batu Caves. Kabarnya ini tempat pemeluk agama Hindu menunaikan ibadah hajinya (bahasa Islam).  Di samping patung itu jenjang menuju tempat ibadahnya. Tinggi sekali. Aku bersama keluarga mendaki ke atas kecuali mama dan kedua nenekku yang tidak sanggup mendakinya. 

Setelah berfoto dan menikmati suasana sini. Kami turun, langsung minum air putih. Di bawah ada banyak burung merpati berterbangan.

Terus kami lanjutkan perjalanan ke pusat perbelanjaan sekaligus pusat oleh-oleh khas Malaysia. Beginilah penampakan pasarnya. Barangnya unik dan murah.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Pusat Oleh-oleh Malaysia

Seorang teman Mama di Malaysia mengajak kami makan siang sekeluarga. Beliau berjilbab biru dan didepannya adalah teman mama bersama anaknya. Beliau melunasi semua makan siang kami. Baik sekali dan kita diberi kenang-kenangan, walaupun kecil tapi berarti.

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Malaysia

Sepulang dari situ, kami berkeliling dengan mobil, melihat dataran tinggi,  kami melewati pasar seni, bahkan banyak tempat lagi. Tempat wisata lainnya banyak yang belum terjelajahi. Mungkin dibayangan aku mulanya, semua sempat terjelajahi. Malaysia itu luas sekali, jarak wisatanya berjauhan. Berkilo-kilo meter perjalanan.

Oke, malam itu. Kami berempat (aku, kakak, Abang, dan kakak sepupuku) pergi makan seafood. Pernah kan, aku ceritakan bahwasanya tidak suka seafood. Tapi aku kali ini mencicipinya. Dua porsi lagi. Ini namanya baby crab. Renyah enak, dan banyak. Kepuasan konsumen sangat penting bagi mereka. 

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Baby Crab


Pagi itu kami bangun, kami berencana renang di basement atas hotel. Jadi kamar didepan kami pemandangannya adalah kolam berenang. Berbeda dengan kami, pemandangannya bagus dapat melihat keindahan kota. 

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
Berenang di Hotel Regalia Malaysia

Adik sepupuku ikut berenang juga. Tingkah lucu mereka membuat hati tambah bahagia. Berenang kami terselesaikan oleh gerimis tiba-tiba. Lumayan puas dan bahagia sekali. Dan malamnya kami ke KLCC Twin Tower. 

https://www.sahabatulfah.com/2020/06/destinasi-wisata-yang-dikunjungi-ke-Malaysia-Dan-Malaka.html
KLCC

Seru bukan? Sekian aku akhiri tulisannya terlalu panjang nantinya. Percayalah perjalanan paling berkesan dan terjauh sampai detik ini. Yap bagi kalian belum mengunjunginya. Semoga tulisanku mewakili ya, membawa kalian terasa berada di sana. Happy holiday sobat๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


No comments:

Terima kasih atas kunjungannya, don't forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Theme images by UteHil. Powered by Blogger.