Daftar Isi [Tampil]


    Hai buds, setuju gak persiapan penting dilakukan sebelum kamu berinvestasi? Karena investasi itu bukan nebak-nebak mana yang pas bagimu, bisa saja kita untung tapi kita harus siap rugi dong. 

    Semakin banyak kita belajar, tentu akan mudah bagimu menjalaninya. Hal ini sesuai dengan kalimat inspirasi filsuf ini. 

    Seorang filsuf investasi terbaik bernama Warren Buffett pernah mengatakan bahwa investasi terbaik itu adalah investasi dalam dirimu semakin kita banyak belajar, maka semakin banyak penghasilan kita. Keberhasilan Mr. Buffet dalam berinvestasi menjadi rules model bagi semua orang. Bahkan buku-bukunya tentang pendekatan investasi laris dimana-mana.

    Namun ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum berinvestasi, seperti saat kita mempersiapkan goals yang kita inginkan. Karena cara orang mempersiapkan itu tentunya berbeda-beda. Terkadang kita membutuhkan beberapa hal ini agar kita menemukan investasi yang tepat.

    Meskipun begitu ada beberapa hal yang mesti kalian lakukan ya buds, sebelum berinvestasi. Untuk mendapatkan jawabannya simak ulasan berikut :

1. Lakukan Perencanaan yang Jelas

    Kalau kita berniat berinvestasi, terlebih dahulu buat perencanaan yang jelas. Buds, pernah melihat orang bekerja asal-asalan/ tidak tau tujuan dan perencanaannya juga belum tau, akhirnya bukan meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan dirinya tapi membuat dia capek dan tidak membuahkan hasil.

    Nah, untuk itu setting goals terbaikmu. Kamu bingung buat apa berinvestasi, ada banyak media yang dapat membantumu. Salah satunya ig dan aplikasi finansial lainnya. 

2. Punya Tujuan Tertarget

    Salah satu pilihan sebelum berinvestasi adalah memperhatikan apa tujuannyatujuannyamu. Dalam hal ini batasi keinginanmu sebagaimana omongan klise pada umumnya bahwa investasi hanya untuk orang kaya. Kita lihat Mr. Buffet dalam berinvestasi, dia telah investasi ketika umur 11 tahun. Umur tidak lagi menjadi batasan kita untuk belajar buds. Tapi batasi juga kegagalan kita, jika telah belajar dan hasilnya nol barangkali kitalah yang salah menentukan tujuannya. 

    Ketika kita mendapatkan cuan yang besar, jangan sampai kita menggunakan seluruh keuntungan supaya terlihat kaya. Tapi manfaat keuntungan itu untuk terus menambah kekayaan kita. 

3. Pahami Investasi yang Kamu Sukai

    Ada banyak investasi yang bisa kita lakukan yaitu saham, obligasi, reksadana, properti dan sebagainya. Sebagai pemula, misalnya aku memilih pasar saham maka aku harus banyak membaca buku tentang saham, belajar dari YouTube, dan ikut workshop. Nah, doakan ya buds semoga aku dipermudah belajarnya, doa yang sama buat kalian yaa. Aamiin

    Apapun pilihan investasiinvestasimu, ingat tetap investasi terbaik ada dalam dirimu sendiri. Semangat buds, yakin kita bisa. 

4. Fokus dengan Investasi Tersebut

    Fokus dengan kita mencoba satu investasi dulu. Semisalnya kalian memilih investasi obligasi, boleh kok mencoba investasi lain tapi sebaiknya pelajari investasi yang paling kamu mengerti dan paham. 

    Kita dapat membeli saham yang paling banyak kita konsumsi, seperti sekuritas Unilever dan sebagainya. Karena sekuritas tersebut sudah kita ketahui. Untuk itu, pilih juga sekuritas dengan kita melihat portofolio sahamnya ya buds. Sebab di Indonesia ada 700+ saham yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia). Masing-masing sekuritas punya syarat dan ketentuan berlaku. 

5. Take Action

    Ini dia yang utama, kita harus bergerak dulu. Karena itu harus belajar terus, lebih baik iringi dengan take action. Dengan belajar kita semua tidak menyerah saat dihadapi banyak masalah ya, buds. Bismillah aja dulu, jika sudah yakin. Tapi jika belum yakin tetap belajar hingga siap mental dan semuanya. Supaya resiko-resiko yang terjadi nantinya siap kita terima dengan baik. Bahkan kalau sudah siap kita juga yakin dengan hasil yang diterima. Okeey buds.

    Sekian artikel tentang investasi dari saya. Satu hal yang penting adalah belajar. Tak ada orang yang bodoh karena belajar, tetap belajar dan terus menambah wawasan kalian buds. Tetap setia membaca artikel Ulfah ya, see you di artikel selanjutnya.