Daftar Isi [Tampil]

Self-Love-Sahabatulfah

Buds, self love versi kalian gimana? Kalau aku sih lebih menghargai diri sendiri dan menikmati hidup dengan nyaman dan tenang. Bagaimana kita mencintai diri sendiri, kalau kita masih memiliki beberapa sifat yang kita benci, misalnya pemalas, tukang php, tukang gosip dan sebagainya. Wajar saja jika kita merasa sulit memaknai self love. Wajar jika kita tidak terlalu nyaman dengan diri sendiri. Namun, betapa banyak orang yang salah memaknai self love. 

Kali ini aku bahas definisinya dulu. Self love merupakan suatu keadaan dimana kita lebih mencintai kelebihan dan kekurangan kita. Tak akan bisa kita memisahkan keduanya sampai kapanpun, hehehe dah kayak jodoh aja. Yap, memang sebetulnya kelebihan dan kekurangan ini menjadi satu kesatuan dari diri yang harus kita miliki. Self love adalah bentuk penerimaan diri kita dengan apa adanya yang diberikan Tuhan yang Kuasa, lebih komplitnya bagaimana kita memperlakukan diri sendiri dengan baik.


Terkadang wajar kok kita merasakan sedih, kesal, marah atau apapun perasaan yang dirasakan. It’s okey, karena itu tak usah jadi beban masalah. Jadi, dengan begitu kita menerima diri kita sendiri. Ya, memang hidup pasti ada saja masalah yang datang. Seperti aku saat ini, menjadi mahasiswa akhir memang beban dan masalahnya tak lepas dari setumpuk proposal yang diperjuangkannya. Tak jarang mendapatkan banyak revisian lagi dan lagi. Aku sering bilang sama diri sendiri bisa yok, semangat yok, sedikit lagi fah kamu pasti bisa. Ya kata-kata itu menyemangatiku saat down, kemudian kembali lagi bangkit. Jadi, self love juga berkaitan loh dengan kesehatan mental kita.


Benar saja, saat aku bilang begitu kepada diriku sendiri. Tiba-tiba aku merasa energiku bertambah lagi. Mungkin saat inilah waktunya aku kejar target, berjuang dengan diri sendiri. Apapun itu, aku pasti mendahulukan asupan jiwa dan mental pastinya. Karena itu aku tidak akan pernah menyalahkan diri sendiri, tak mau membawa beban. Ternyata cara begini benar yang mana aku baca dari buku Dedy Dahlan, beliau mengatakan bahwa setiap passion, karier dan hidup yang mengendalikan kenikmatan dan kebahagiaannya adalah tangan kita. Tak usah percaya desas-desus di TV perihal wujud orang sukses, tak usah ikut-ikutan trend untuk menentukan apa yang kita nikmati, dan tak usah bergantung kepada orang lain untuk bisa beraktivitas dengan hati.


Self-Love-Ulfah-Aulia-Sahabatulfah


Dalam hidup, tiap orang pasti ada saja masalah. Kitalah figur untuk mencari kenikmatan dan kebahagiaan diri kita. Segala sesuatu yang kita pasti akan kita rasakan ketenangan dan kedamaiannya. Terbesit di benakku sebuah kata kesuksesan. Sering merenung kepada diri sendiri apakah aku akan sukses? Sekarang aku sadar kesuksesan tidak perlu dikejar, karena diri kitalah yang dikejar oleh kesuksesan. Ya, bagaimana kita conform pada zona yang kita lalui. 


Enggan bagi kita yang mengaku self love pada diri sendiri untuk membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Kalian pernah gak melihat orang lain tampak lebih hebat, jalannya begitu mulus, kariernya cemerlang, pokoknya semuanya sempurna dan terlintas di pikiran kita ingin menjadi seperti mereka. Lalu kita bertanya kepada mereka bagaimana caranya bisa sukses seperti mereka? Karena kita ingin dan kita tirulah cara mereka padahal belum tentu loh jalan yang kita lalui dengan mereka bakalan sama. Tapi akhirnya apa yang kita dapatkan, Buds? Hmm, yang ada kita tidak berhasil mencintai diri sendiri alias tidak bisa menikmati aktivitas kita. 


Ya, self love itu tidak semua keinginan kita harus dipenuhi. Ini yang mendasari kita hilang kontrol terhadap diri sendiri. Bahkan tak heran melihat orang yang melimpah ruah baik harta dan tahtanya tapi pas kita lihat diri mereka sibuk mengejar dunia mereka, sampai lupa bahwa mereka sedang dalam keadaan berbahaya. Ada kok orang yang hidupnya sederhana, namun mereka enjoy dalam menikmati hidupnya. Karena kitalah yang bertanggung jawab atas tindakan kita. Yok, sesekali luangkan waktunya untuk tidak terlalu kaku dengan pencapaian orang lain. 


Yang perlu diingat kita semua punya cara membuat diri kita berbahagia. Aku pribadi akan bahagia sekali jika aku tidak menjadi orang super sibuk. Aku senang dan bahagia apabila mempunyai banyak waktu dengan diri sendiri dan keluarga. Bagi pribadiku, meluangkan waktu jalan-jalan ke tempat healing seperti ke pantai itu membahagiakan kok. Atau sekedar duduk-duduk santai di depan rumah sambil melihat tanaman hijau (bagi yang pernah liat story ig pasti sering liat story aku seperti halaman rumah plus pepohonannya) nah tempat healing begitu yang kucari, yang menyebabkan timbul ketenangan dan kebahagiaan yang tiada tara. Selain banyaknya tanaman di halaman rumah, dan di seberang rumahku juga ada ladang tanaman yang hijau. Inilah bentuk rasa syukurku tinggal di kota, namun suasananya begitu asri ditandai dengan hijau alamnya sekitar rumahku. Di malam harinya, aku makan bercanda dan tertawa bersama keluarga, dan terakhir sebelum tidur aku mendengarkan musik, membaca buku, mendengarkan youtube, dan sebagainya. Ini sudah membuat hidupku lega, so enjoy and happy, Buds.


Buds, saat keadaan pandemi gini self love saat ini lebih menjaga kesehatan juga. Lebih banyak berita yang beredar, maka kuatkan mental atau sebisa mungkin tidak menakut-nakutkan orang-orang. Yuk, fokus sama diri kita dulu. Sebab menjaga kesehatan kita sama dengan mencintai diri sendiri dan orang-orang tercinta kita. Kalau lingkungan sedang tidak baik-baik saja, mari kita berempati dan peduli kepada kesehatan fisik dan mental kita. 


Terakhir pesan self love untuk aku dan kita semua, cintailah diri sendiri sebelum kita mencintai orang lain, hehehe. Take care and take love, Buds!!!