Daftar Isi [Tampil]

Bagaimana-Sosialisasi-Online-Tetap-Punya-Makna-Selama-Pandemi

Gimana bersosialisasi secara online bisa tetap bermakna selama pandemi? Bisakah kegiatan yang dilaksanakan via media sosial dilakukan dengan efektif? Menurut aku, komunikasi yang dilakukan baik bertemu langsung ataupun secara daring akan efektif karena komunikasi bisa dilakukan kalau ada interaksi yang baik antar sesama. Misalnya bertemu via offline tapi bisa aja kita sibuk sama diri sendiri ya mana bisa efektif kan dan bertemu secara daring pun kalau yang satu mendukung dan yang lainnya gak ada interaksi ya sama aja gak efektif toh. Jadi benar di sini kita perhatikan bukan masalah offline atau online nya tapi tentang seberapa bermakna dan berinteraksi satu sama lainnya dengan baik sehingga tercipta lah komunikasi efektif tersebut. 

Sekarang ini, bersosialisasi lewat online mesti dilakukan. Kenapa? Yap, karena kita terjebak dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Apalagi sekarang kalau kita melindungi diri sendiri sama artinya melindungi orang-orang tercinta kita, selain itu membantu lingkungan kita agar segera membaik. 


Tapi mengapa ada yang membatasi dirinya untuk tidak melakukan apa-apa dengan alasan online. Kan masih online, gak nyaman sebenarnya online gini, terhalang deh gara-gara online. Emangnya kalau kita offline bakal gak ada halangan apapun, malah konsekuensinya banyak. Seperti aku, kalau mau bepergian pake motor maka secara aku mesti beli minyak motor, belum ngantri dan menghabiskan waktu pas membelinya, belum di tengah jalanan macet, belum kalau ada razia, belum lagi segala cuaca dihadang yang kadang bikin badan gak enak tiba di rumah. Nah, kalau online gak perlu yang tadi itu, cukup sediakan jaringan aman dan tempat duduk senyaman mungkin. Sesimpel itu kok, malah gak akan mengurangi makna buat bersosialisasi dengan orang lain. 


Berlaku PPKM ini memang membatasi kita buat beraktivitas apalagi kalau aktivitas kita selama ini jarang dilakukan secara online, wah agak greget juga awalnya tapi lama kelamaan akan terbiasa juga. Mungkin yang awalnya tidak bisa dilakukan secara online sekarang harus bisa dilakukan ya, semisalnya orang yang mau menikah, kalau dulu diundang lewat online pasti mereka malas untuk hadir. Tapi sekarang malah orang yang mau menikah dengan sengaja membuat undangan pernikahan online. Jadi mau gak mau semua mesti menyesuaikan loh.


Nah, bagi orang yang tipikal ambivert seperti aku nih.  Kadang suka banget berkegiatan di luar rumah, kadang saat tertentu juga lebih suka berkegiatan di rumah. Tapi coba deh, kalau kita orang ekstrovert bakal kaget kali dengan keadaan pandemi gini. Nah, disinilah kita butuh orang lain untuk menemani keadaan kita. Pada saat pandemi gini kita bisa bersosialisasi tanpa bertemu langsung.  


1. Video call WhatsApp, Google Meet dan Zoom Membantu Bersosialisasi Secara Daring

Bagaimana-Sosialisasi-Online-Tetap-Punya-Makna-Selama-Pandemi

Yap, selama pandemi ini kita sebaiknya bertatap muka secara virtual ya. Kita berkomunikasi via daring, berteman via daring, dating via daring, dan sebagainya hahaha.


Kita gak pernah merasakan kesepian kok kalo bisa memanfaatkan platform tersebut. Seperti memanfaatkan WhatsApp dengan melakukan vc (video call) yang lebih efektif dan efisien bagi kita karena waktu penggunaannya juga tak terbatas, bahkan berjam-jam pun bisa digunakan, hehehe.  Atau bisa menggunakan google meet dan zoom tapi agak dibatasi waktunya yaitu beberapa jam penggunaan saja kecuali yang pake platform premium. 


Semua platform sama-sama punya kelebihan dan kekurangannya. Jadi kalau mau quality time sama keluarga dan orang-orang terdekat maka bisa menggunakan WhatsApp. Di sisi lain, kalau mau berkumpul alias rame-rame maka kita bisa gunakan google meet dan zoom karena lebih menampung banyak orang. Yap, kembali ke kebutuhan kita.


Yang jelas ketiga platform ini sangat cocok untuk kita bersosialisasi dengan tetap bermakna, Buds. Semua platform ini akan menjadi perantara komunikasi kita sehingga dapat menumbuhkan rasa solidaritas antara orang-orang terdekat meskipun tanpa bertemu langsung.


2. Grup Komunitas yang Menambah Semangat 

Bagaimana-Sosialisasi-Online-Tetap-Punya-Makna-Selama-Pandemi

Buds, seringkali kita merasakan bergabung di grup yang isinya teman-teman sefrekuensi kita, sehobi kita dan se-lainnya yang meningkatkan semangat kita. Kalau grup bersama teman-teman maka bisa sharing keseharian sehingga tak membuat kita begitu stress. Kalau grup yang sehobi atau organisasi maka akan meningkatkan semangat kita dalam melakukan hobi tersebut. 


Percaya atau tidak bergabung yang sefrekuensi dengan kita akan menambah semangat untuk terus berbagi dan saling menyemangati. Yang penting dalam grup menjadi silent reader udah kutukan banget sama kita nih, hehehe kenapa berada di grup kalau diam-diam aja mending baca koran, hehehe kidding Buds.


Justru karena bergabung di grup dari mereka yang beda daerah, beda suku, dan beda watak dipersatukan di sana. Nah, tidak hanya menambah semangat tapi menambah pertemanan juga. 


3. Blogwalking yang Menghilangkan Kejenuhan Kita

Bagaimana-Sosialisasi-Online-Tetap-Punya-Makna-Selama-Pandemi

Apalagi di situasi seperti ini, mau nulis kadang kehabisan ide, mau nonton kadang ngerasain capek juga, eh untung kita bisa blogwalking ya, hehehe. Di blog teman-teman aku bisa melihat betapa banyaknya informasi yang belum aku ketahui. 

Saking blogwalking bisa menghilangkan kejenuhan, kadang teman-teman suka review suatu tempat udah berasa diajakin pergi ke sana, ada teman-teman yang suka review makanan udah berasa dihidangkan makanannya ke kita walaupun bikin perut lapar, hahaha. Hingga keseruan yang diceritakan oleh teman-teman semua.


Tapi aku senang kok bisa blog walking begitu karena aku bisa saling mengenal, saling berbagi, saling berkomunikasi, dan sebagainya. Ya kan?


Sekian dulu, nah diantara yang di atas ini mana yang paling teman-teman sukai? Sharing juga dong, see you.