Petik Hikmah Di Balik Kegagalan

Hikmah-di-balik-kegagalan

Hai Buds. Sebenarnya keberhasilan yang sudah dicapai oleh diri sendiri adalah berhasil mencintai diri sendiri. Tapi sekarang aku ingin menceritakan hal sebaliknya, kegagalan mencintai diri sendiri. Yap, walaupun kisah ini adalah kisah yang membuatku pernah terpuruk, jatuh, dan tersungkur. Tapi banyak hikmah yang didapatkan darinya.

Seringkali aku merasa untuk menorehkan tinta kegagalan itu sesuatu hal yang buruk. Kini aku melawan pikiran itu dan mengatakan menjadi gagal itu tidak apa-apa kok. Itu artinya aku sudah bisa berdamai dengan masa laluku. Walaupun kisahnya sepele. 

Berawal Dari Sini

Mimpi itu datang saat aku mendaftarkan diri mengikuti sekolah kedinasan. Aku berusaha belajar terjadwal dan mengikuti tes percobaan pada saat itu, serta ikut komunitas yang ada di grup line

Namun, aku membuat kesalahan fatal. Memang membekas sekali. Dengan mengubah pilihan sekolah kedinasan dengan sekolah kedinasan lainnya yang materi pokoknya saja udah berbeda. Satu mengarah ke akuntansi alias STAN, dan lainnya mengarah ke statistik alias (STIS). 

Pada saat itu, ada rasa sakit yang tak bisa diungkapkan, rasa tidak percaya akan kejadian itu. Aku menganggap portal sekolah kedinasan itu bisa diubah, mencari cara supaya sekolah yang sudah terdaftar di sana bisa diganti. Benar-benar merasa menjadi orang paling gagal waktu itu. Sebenarnya, kalau gak masuk ke sana aku janji untuk pasrah sama keadaan. Sebab, niat yang semula dibangun dari SMA dulunya hancur sepersekian detik.

Bertubi-tubi kegagalan itu datang, saat tidak diterima di universitas impian lewat jalur prestasi atau SNMPTN. Juga jalur ini tidak berpihak kepadaku. Kegagalan selanjutnya saat ujian SBMPTN. Keringat dingin mengucur dari kening, tanganku gemetar, pokoknya dag dig dug mengikutinya. Soal ujian yang keluar tak seperti bayangan. Aku memilih ujian IPC dengan jalur jurusan dua buah berada di jurusan IPA dan satu lagi jurusan IPS

Selesai ujian ke luar ruangan. Di luar ruangan orang tersayang menunggu, "bagaimana ujiannya lancar, aman?" Aku yang sedang tidak baik-baik saja mengatakan tenang saja sambil tersenyum. 

Wallahu a'lam, semua diluar dugaanku. Tidak bisa nangis lagi, rasanya air mataku jatuh untuk kesekian kalinya. Mau menyendiri lagi. Begitu terus aku lakukan. Benar-benar merasa terpuruk sewaktu itu. 

Ya Allah, aku yakin ini belum seberapa ujianmu. Aku percaya atas janji kamu," 

Pastinya jalan ke Roma itu tidak satu. Dan ini baru ujian pertama untuk menjadi makhluk ciptaanmu. 

Tapi setiap kali melihat ada kebahagiaan orang dapat di universitas yang diinginkannya, aku merasa menjadi orang paling sedih. Namun, aku sering bilang ke diri sendiri. "Kok kamu mau menyerah, sementara orang tuamu masih melimpahkan doa-doanya kok,"

Ujian terakhir juga tidak berhasil. Aku benar-benar menyerah. 

"Kamu boleh nangis, tapi ingat jalan tiap orang itu berbeda-beda, kamu mau masuk dimanapun kalau kamu yakin bahwa pilihan itu yang terbaik kamu akan enjoy kok," begitu kata orang tuaku.

Hikmah-di-balik-kegagalan

"Kamu pasti bisa, coba lagi dan bangkit."

"Yuk, semangat aku yakin kamu kuat."

Kata-kata orang di sekitar menguatkanku, baik sahabat, keluarga, dan orang terdekat. Sewaktu pengumuman kelulusan seleksi universitas selalu aku diberikan kata-kata seperti itu. Bukannya gak menerima, tapi aku mau menyampaikan terima kasih banyak karena sudah ada dan mendukungku walaupun waktu itu yang aku butuhkan memang waktu buat menyendiri. 

Aku yakin bisa melewati itu karena dikelilingi oleh orang baik ini, aku percaya ini salah satu rezeki aku. Dan belum tentu dirasakan oleh mereka yang sudah diterima di universitas impiannya. Ini mah, rezeki. Kenapa? Karena aku bisa menikmati waktuku sendiri dengan kekuatan yang diberikan mereka. 

Secara gak langsung, Allah menyayangiku dengan cara seperti ini. Dari ujian yang tidak aku dapatkan sesuai hasilnya, tetapi aku lega. Lega, karena keberhasilan itu bukan semata-mata mengenai kuliah.

Di balik itu bermacam-macam keberhasilan lainnya yang harus dicapai. Harus berhasil menjadi anak yang baik, menjadi adik/kakak serta sahabat yang baik. Semoga itu bentuk kecintaan kita terhadap diri sendiri. Rasanya saat itu aku gagal dalam segala hal. Tetapi mereka yang baik mengingatkanku kalau kamu harus balik ke orbit sesungguhnya. 

Sikapmu masih perlu diubah. Kamu masih belum sukses kalau kamu terus menyalahkan diri sendiri. Terus merendahkan diri sendiri, terus marah sama kebaikan orang tua, keluarga dan sekitarnya. Ya, betapa beratnya masalah kamu waktu itu. Jangan sampai kamu gagal mencintai dirimu sendiri. Hidup kamu akan berlanjut, perjalananmu masih panjang. Untuk apa kamu menyesali itu semua?

Aku bersyukur lebih dekat ke maha cinta. Eh maksudnya ke pencipta. Kalau aku biarkan diriku menyalahkan keadaan, putus asa, dan sedih berlarut-larut. Maka bisa jadi frustasi menjalar di tubuhku. 

Kamu punya masalah besar, tetapi tidak dengan penciptamu yang jauh lebih besar dari masalahmu. Bangun dari keterpurukan. Beranjak dari keputusasaan. Tiap kali dijauhkan dari impian kita, tiap kali itu juga kita seharusnya lebih dekat kepadanya.

Sekian dulu ya tulisan dari sahabatulfah.com. Tulisan ini hanya dedikasiku karena telah melewatinya. Oiya, kalau kalian punya kegagalan apa yang membekas di hidup kalian? 

Terima kasih sudah membaca Buds, have a nice day!


2 comments:

  1. Terkadang di saat gagal, ato di saat kita merasa Tuhan ga adil memberikan banyak cobaan, butuh waktu lama utk menyadari hikmah dibaliknya :).

    Aku pernah kok mba ngerasain gagal yg mana aku dipindahin secara paksa ke Malaysia utk kuliah di sana. Sebelumnya aku di Banda Aceh. Aku nolak sampe nangispun, papa ttp bertahan Ama keputusannya. Sempet marah dan musuhin papa. Tapi ternyata 2004, Banda Aceh dilanda tsunami. Banyak mahasiswa Unsyiah meninggal saat itu, dan rumah tempat aku tinggal rata Ama tanah.

    See, aku nyesel kenapa hrs musuhin papa, hrs marah ke Tuhan Krn sepertinya ga memihak doa2ku. Tapi 2 thn kemudian mereka ksh jawabannya, ini loooh, bayangin ga gimana nasibmu kalo msh tinggal di Aceh saat itu?? :(

    Belajar dari situ, aku selalu coba ambil hikmah ato ikhlas dengan semua cobaan/kegagalan. Mungkin di mata kita itu kegagalan, tp bagi Tuhan dia cuma menyelamatkan kita dari bahaya yg kita ga sadar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ada hikmah yang dikasih sama tuhan tanpa kita sadari ya mba... Cuma kita masih sering ngeyell sama peringatan2 kecil seperti itu..

      Wahh bersyukur bangett mba pindah ke Malaysia ada hikmah yang bisa didapatkan dari situ ya mbaa karena ternyata kita diselamatkan dari sesuatu yang malah baik buat kita skrg ya mba...

      Benarr pake bangett mbaa kita dapat mematik hikmah dibaliknya dan begini Tuhan menyayangi kita mbaa hehehe

      Btw, salam kenal mbaa Fanny🤗🤗❤️

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, dont forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks 🙏😊

ads
Theme images by Galeries. Powered by Blogger.