Simple! 6 Pola Berpikir Open Minded


https://www.sahabatulfah.com/2020/10/simple-6-pola-berpikir-open-minded.html?m=1

"Kamu coba jadi orang open minded dong" Pernahkan kita mendengar orang lain atau mendapatkan lontaran begitu. Sebenarnya open minded itu definisinya apa sih? Orang yang cerdaskah? Mereka yang tekun? Atau dia yang dewasa?

Simplenya, orang open minded adalah orang yang berpikir terbuka dan menerima pendapat orang yang berbeda-beda. Ketika kita melihat orang selalu merasa benar, maka mereka akan dijauhi oleh orang lain. 

Bagiku, mendengarkan orang atau berdiskusi menjadikan kita tahu tentang pola pikir seseorang. Bahkan dapat juga menambah pengetahuan kita. Karena manusia yang hidup tak akan berhenti belajar. Lalu bagaimana menjadi pribadi yang open minded?


Manusia menggunakan otak untuk berpikir. Ingat, kita mempunyai dua belahan otak yang fungsinya saling melengkapi. Ada kelebihan dan kekurangannya. Nah, di kehidupan nyata, seseorang yang open minded akan memanfaatkan  kedua otaknya untuk hal yang disukai, tak jarang mereka banyak disukai oleh orang lain. Kenapa? Ya, sikap mereka toleransi terhadap sesama, tidak menghakimi orang lain, dan tidak membedakan setiap orang dari statusnya, ras, agama dan lain-lain. Berbeda itu gak menjadikan kita jauh, setidaknya kita bisa saling mengenal satu sama lainnya.

Dunia ini luas, ubah pikiran close-minded dengan tidak menjadi orang yang negatif. 

"Kamu itu gak bisa"

"Itu si anu sok ya"

Dan sebagainya...

Dalam pergaulan saja, kita banyak dekat dengan orang yang close-minded dimana kerjaannya tidak menghargai orang lain dan membuka aib orang lain. Jika kita tidak mau mengajak mereka berubah, maka tinggalkanlah mereka sebab itu jauh lebih baik.

Batasan kita menjadi orang yang open minded tampak dari kepribadian sendiri. Mencintai diri sendiri, bukan meninggikan ego. Bersikap toleransi, perbedaan dalam watak itu akan selalu ada. Jika kita merasa terganggu dengan keberadaan orang, jangan menambah tugas untuk menutupi kesalahan kita dengan sesuatu yang dianggap benar. Paham ya? Hehehe

Identiknya ada pada bagaimana kita menerima keunikan orang lain. Besarnya penolakan kita atas opini yang dilontarkan seseorang, akan menampilkan diri kita menjadi pribadi yang close-minded.

Serius nih, aku salut melihat sejumlah orang yang menyuarakan aspirasi di depan khalayak ramai, sebab keresahan kita tersuarakan olehnya. Tapi bukan berarti manusia tersebut menjamin mereka pribadi open minded. Sebab sebagian mereka merusak dirinya sendiri, kekerasan secara fisik, demi mengutamakan hak semua orang. Namun yang jelas tidak menunjukkan sikap open-minded dengan melukai diri sendiri. Katanya sayang sama diri sendiri. Tapi kok malah begitu? Waduh...

Seharusnya orang open-minded menyuarakan hak mereka dengan pantas, mengemukakan pendapat mereka secara jelas, tidak menggunakan alat kekerasan yang mengundang kecemasan dari sekitar. 

Open minded tidak seekstrim itu. Cintai diri kita lebih, barulah kita menghargai orang lain. Kalau bisa sejalan keduanya. Open-minded adalah pikiran kita untuk mencintai diri sendiri dan untuk lebih memahami perbedaan watak orang lain, simple kan?

Berikut apa saja pola pikiran orang open minded, ada 6 karangka pikir open minded di sini, yaitu :

1. Kamu menampung fakta, data dan informasi dalam mengambil keputusan

Berpikir terbuka artinya kita tidak melahap informasi yang beredar atau hoax di media sosial. Bisa saja informasi itu sesuatu yang mendukung close-minded atau belum menjamin open minded.

Seringkali masyarakat menilai pendapat orang yang berbeda budayanya dengan kita adalah hal yang benar. Kita lebih membanggakan kebudayaan luar negeri daripada negara tercinta. Oleh karenanya orang yang open minded mencari fakta, data, dan informasi untuk meningkatkan pengetahuan mereka serta berguna dalam mengambil keputusannya.

2. Kamu memiliki toleransi yang tinggi

Apapun yang orang berikan argumentasinya kepada kamu, kamu tidak menolak perbedaan itu apabila pendapat itu tidak sesuai denganmu. Pun kamu menerima pendapat orang lain itu dengan open-minded, bahwa setiap watak seseorang itu unik dan kamu harus menerima keunikan orang tersebut.

3. Kamu tidak menilai sesuatu dari emosional melainkan dari rasional

Kamu bertindak tegas terhadap perbedaan pendapat, berusaha mencari tahu letak bedanya. Tetap terbuka untuk memikirkan alasan logis, tanpa tersulut emosi diri.

4. Kamu menjadi orang yang lebih positif

Carilah lingkungan yang positif. Sering gak kalian mendengar kata-kata ini? Karena sebelumnya orang yang negatif, yang sering mengatakan kalimat...

...."Kamu kan gak bisa?" Maka setidaknya ketika berada di suatu lingkungan positif, pilihannya antara dua bertahan atau tereliminasi. 

Penting bagi kita menyadari bahwa lingkungan itu ibarat arus listrik. Yang akan mengalir sesuai dengan proses kehidupan. Tak mengapa kita berada di lingkungan negatif dulu, tapi akhirnya kita sadar, dan beranjak ke lingkungan positif. Alangkah baiknya selalu berada di lingkungan positif hingga menarikmu menjadi pribadi open minded.

5. Kamu menempatkan diri dalam keadaan tertentu

Ketika kamu terbiasa menjadi teman, guru, atau teman dekat. Itu artinya kamu biasa memposisikan diri di berbagai masalah. Kamu menempatkan dirimu dan rela menjadi pendengar terbaik bagi temanmu dan mengetahui pola pikir temanmu.

6. Kamu tidak menganggap asing yang orang anut

Dalam perbedaan watak, status, ras/ suku, agama kamu tidak akan membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. 

Kamu tidak menunjukkan apa yang dianut oleh orang tersebut itu salah, secara sadar itu membuka pikiranmu dalam menghadapi perbedaan.

Dari pola pikir open minded kamu yang mana? Kalau ternyata kamu yang open minded, teruslah berjuang menyebarkan kebaikan bagi sesama.

Tapi kalau nyatanya yang close minded, semoga setelah baca artikel ini kamu harus bersedia memperbaiki diri menjadi orang yang positif dan orang open minded. 

Semoga bermanfaat.

10 comments:

  1. Memang nggak mudah sih ya buat jadi si open minded, setidaknya kita bisa menghargai apa pendapat orang, dan berani untuk mengemukakan pendapat positif kita juga :D

    Terima kasih untuk tips simple nya kakak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekali kak😊 Dan itu semua butuh diperjuangkan juga ya kak, terima kasih juga udah berkunjung kak🤗

      Delete
  2. Haloo kak Ulfah, ini pertama kali aku mampir ke blog ini.

    Ngomongin open minded, aku kerap kali bertemu dengan mereka yg 'merasa' open minded. Kenapa, sebab terkadang logika toleransi mereka hanya sepihak saja. Karena toleransi begi mereka itu mereka minta Kita membiarkan apa yg mereka lakukan dan fahami, tapi mereka nyiyir apa yg kita lakukan dan fahami.
    Simpelnya sih, trkadang mereka anti kritik. Apa-apa yg mereka bawa seringkali bertentangan dengan nilai-nilai agama (islam). Ketika dikritisi, mereka malah langsung teriak " dasar kadrun", "dasar sobat gurun", "sobat khilafah" dsb.

    Dan orang orang seperti ini, menurutku open minded yg salah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini yang diluruskan ya mas dari mereka yang merasa open minded. Karena kebanyakan orang yang benar2 open minded gak akan mengatakan dirinya berpikir open minded.

      Masih banyak ternyata disekitar kita yang seperti itu, apalagi orang2 yang brtolak blkg dgn nilai2 yg dianut pastinya mereka akan melakukan hal yang jauh dari kata toleransi terutama dalam nilai budaya, agama dll...

      Delete
    2. Mari kita terus mengedukasi masyarakat agar lebih faham gimana open minded yg benar itu yaa mbak :))

      Delete
    3. Iyaa mas, semoga bnyak yg lebih tercerahkan or teredukasi bgmana pikiran open minded itu ya mas..😅

      Delete
  3. salam kenal kak ulfa. Ini pertama kalinya juga berkunjung ke blog ini.

    Kayanya artikel ini harus banyak dibaca dan dipahami oleh orang-orang, karena masih banyak disekitar kita yang masih bersikukuh dengan sudut pandangnya sendiri, tanpa mempertimbangkan pendapat orang lain.

    Good luck kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga bg... Karena itu bg,aku membuat artikel ini karena sering banget kita berada di dekat orang yang seperti itu, ya mereka kekeuh dengan pemikirannya tapi gak mengiyakan apa yang orang sampaikan...

      Hehehe good luck juga bg

      Delete
  4. Halo Mbak Ulfah, salam kenal.

    Benar sekali bahwa banyak orang yang sudah mengaku open minded, tapi apa yang dia perbuat tidaklah sesuai dengan arti dari open minded itu sendiri...

    Apalagi di era teknologi gini, berita muncul dari mana mana, nggak tau yang benar dan salah yang mana. Selain open minded, kita juga harud kritis kali yaa dalam menyaring informasi. Aku yakin itu saling melengkapi.

    Terimakasih sudah berbagi Mbak��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga mba jez, salam kenal kembali.

      Yap betul mba apa yang kta pahami dan maknai ttg open minded bnyak yg belum sesuai mengartikannya ya mba, seringkali merasa mengaku sudah bersikap demikian tapi dalam realisasinya berbeda ya mba.

      Lebih kritis dan analitis dengan informasi, yg kadangkala informasi itu simpang siur juga ya mba

      Sama2 mba😊 Terima kasih udah mampir ke blogku, mba jez🤗

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, don't forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks 🙏😊

Theme images by dfli. Powered by Blogger.