Kartini Modern Melek Keuangan di Era Digital untuk Hidup dengan Risiko Rendah Versi Sahabatulfah

 

kartini-modern-melek-digital-dan-keuangan

Dulu, kita mengenal sosok Kartini sebagai perempuan yang memperjuangkan hak untuk belajar, membaca, dan berpikir bebas. Namun hari ini, kita mengenal Kartini yang hidup di era digital, serba cepat tapi tidak kehilangan arah. Kartini yang tau bahwa tidak semua yang tidak penting itu harus dibelanjakan. Kartini yang mampu melek digital tapi tidak membiarkan digital mempengaruhinya. Kartini yang mampu mengendalikan keuangan bahkan bisa menjaganya dengan lebih baik.


Karena sama-sama kita tau, kini akses digital itu sudah terbuka lebar. Kita bisa belajar apa saja, kapan saja, dan di mana saja bahkan hanya dari genggaman tangan. Namun justru di sinilah tantangan baru dimulai.


Sebagai seorang perempuan, sebagai ibu, sebagai istri, aku sering merasa bahwa hidup di era digital bukan hanya tentang kemudahan, tapi juga tentang kemampuan untuk memilih. Karena tidak semua yang mudah itu baik, dan tidak semua yang terlihat menarik itu memang dibutuhkan. Seperti halnya, ketika ada promo dan godaan buat belanja datang. Jujur saja, perempuan itu tidak tahan dengan godaan promo dan diskon seperti itu, tapi seorang kini Kartini masa kini harus sadar betapa pentingnya mengelola keuangan.



Pentingnya Kelola Keuangan dengan Literasi Tinggi di Era Digital


melek-digital-literasi-keuangan


Hari Selasa, 21 April 2026 tepat ada webinar Female Digest pada aplikasi google meet yang bertemakan Kartini Modern, Melek Digital. Ada beberapa narasumber yang diundang : Dedek Gunawan, S.E, M.A., CFP sebagai Founder Planner & Founder PFP. Dan Diana Anggraini, S.T., M.Si sebagai Dosen LSPR Institute of Communication & Business. Acara ini disponsori oleh Tropicana Slim, Nutrifood, Wardah Beauty dan Paragon Corp.


Belajar dari para ahlinya. Pelajaran berharga yang aku dapatkan dari  mba Dedek, yang mana beliau lebih berfokus kepada investasi. Setiap kita bisa berinvestasi, tapi tidak setiap kita memiliki pilihan yang sama dalam berinvestasinya. Bisa jadi menurut si A lebih cocok sama investasi X, namun bagi si B tidak cocok sama sekali. Atau sebaliknya. 


Dan lagi-lagi dikatakan oleh Mba Dedek kita semua punya garis start yang berbeda-beda. Jika kamu kini belum berani memulai berinvestasi, bukan berarti kamu terlambat atau sebaliknya. Atau jika teman-teman saat ini masih belum juga memulai bukan berarti teman-teman tidak bisa berinvestasi sama sekali. Bahkan ada yang punya kewajiban utang, akibatnya investasi masih belum dilakukan. Karena itu, waktu tiap kita akan berbeda dan semua itu tergantung pada kesiapan kita.


Sehingga kita bisa melakukan investasi saat semua sudah benar-benar siap. Bisa mulai berinvestasi tanpa merasa harus membayar utang terlebih dahulu. Dan berinvestasilah sesuai dengan kebutuhan kita tanpa fomo dengan investasi yang orang lain ikuti.


Saat ini betapa banyak literasi yang bisa kita dapatkan dari dunia digital. Dari para ahli ini sangat banyak insight yang didapatkan. Terutama bagi kita perempuan sangat penting untuk mengelola keuangan di tengah pesatnya digital saat ini. Bahkan sekarang kita dapat belajar dari mana saja, bukan lagi harus membaca buku, namun  memahami informasi, tau risiko investasi dan paham bagaimana uang bekerja maka keuangan kita akan baik-baik saja.


Sadar ngga sih betapa banyak hal yang viral hingga membuat kita terjebak dan kita ikut-ikutan tanpa sadar kita telah menghabiskan uang untuk hal yang sia-sia itu. 


Promo besar-besaran yang terlihat, bahkan kita merasa sayang untuk dilewatkan. Padahal jika kita bisa menahan lebih 24 jam jika kita tidak ingat atau lupa berarti barang ini tidak terlalu kita butuhkan. 


Pelajaran berharga yang aku dapatkan dari mba Diana Anggraini yang menyampaikan. Secara seringkali kita dibuat terjebak oleh aplikasi belanja yang sering mengadakan promo ataupun gratis ongkir. Padahal belum tentu, kita butuh dengan barang itu. Sehingga mba Diana memberikan tips untuk tidak langsung check out barangnya terlebih tahu tapi harus tunggu dulu 24 jam, jika kita masih merasa butuh baru deh kita beli. Namun jika tidak, berarti kita harus menghapus barang tersebut dari daftar list.



Pondasi Perempuan Sebagai Kartini yang Menjaga Keuangan yang Patut Dijaga


Saat seminar dijelaskan, pondasi perempuan kini sebagai Kartini yaitu keuangan yang sehat. Berikut beberapa alasannya yang kuat:


kenapa-perempuan-harus-melek-keuangan


Ya, perempuan itu biaya hidupnya lebih tinggi dari para lelaki. Bayangkan tiap bulannya harus membeli berapa banyak make up atau skincare buat kebutuhannya. Berbeda dengan para lelaki. Nah, seperti yang disampaikan Mba Dedek, perempuan itu tinggi biaya hidupnya. Belum lagi biaya belanja baju dan biaya lainnya yang harus dibayar tiap bulan. Sementara itu, inflasi makin tinggi. Makanya, patut keuangan kita jaga dengan benar.


Selanjutnya, perempuan punya multiperan di rumah. Menjadi seorang Istri dan Ibu, sehingga suatu waktu pasti dia memiliki prioritas dalam keluarga yang memungkin untuk meninggalkan pekerjaannya saat ini. Jika perempuan tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, maka uangnya akan habis begitu saja.


Dan, mayoritas keuangan dipegang oleh perempuan di dalam rumah tangga. Di sisi lain, perempuan punya kesempatan hidup lebih lama daripada lelaki. Disampaikan oleh Mba Dedek, hampir 70% kesempatan hidup perempuan lebih lama dibandingkan lelaki di Indonesia ini.


Literasi keuangan membantu kita untuk tidak sekadar ikut tren, tapi benar-benar memahami kondisi keuangan bersama, kita dan keluarga. 



Tips Melek Keuangan sebagai Kartini Kini dan Nanti


Jika berbicara tentang mengembangkan uang, ada hal yang lebih mendasar untuk melek digital. Dari seminar ini aku dapat merangkum beberapa tips agar kita tidak konsumtif dan melek keuangan:


tips-kelola-keuangan



1. Menerapkan filter belanja 24 Jam 


Pada awal-awal aku sampaikan hal ini, bahwa filter belanja dalam waktu 24 jam. Perempuan akan tertarik dengan iming-iming promo di aplikasi, tanpa mikir panjang langsung CO barang tersebut padahal barang tersebut tidak terlalu butuh. Sehingganya, penting bagi kita menerapkan filter 24 jam ini.


Filter 24 jam ini membantu kita untuk mengerem belanja yang tidak penting. Berarti  saat lebih dari 24 jam, barang itu tidak lagi kita pikirkan maka kita bisa menghapusnya dari list.


2. Pisah Rekening


Pengeluaran dan pemasukan akan sangat jelas jika kita lakukan pisah rekening. Misalnya rekening A untuk kebutuhan harian, rekening  B untuk biaya pendidikan dan kerja, atau rekening C untuk biaya darurat saja. Dengan kita memisahkan rekening ini per item, maka keuangan kita akan jauh lebih sehat.


3. Kunci Tautan 


Di era digital, ancaman tidak selalu terlihat. Bisa bisa saja link yang terlihat aman tetapi berbahaya. Kita perlu waspada apapun link di media sosial. Karena jika asal tekan link, meski dari orang dikenal pun, jika kita asal klik akan membuka jalan verivikasi data penting yang kita punya.


Oleh karenanya, kunci tautan akan menjaga keamanan diri dan keuangan diri kita. 


Penutup 


Aku tidak merasa sebagai perempuan yang paling paham. Masih belajar. Masih sering salah. Masih kadang tergoda. Tapi sebagai perempuan aku ingin memiliki satu prinsip yang terus dipegang: Tenang, Aman, dan Cukup.


Bagiku, tenang saat kondisi keuangan tidak stabil memang tidak semudah itu. Namun menjadi tenang lebih baik daripada harus terlihat mewah oleh banyak orang padahal dari hasil paylatter dan pinjam sana sini.


Kartini modern itu bukan tentang menjadi sempurna, harus punya ini dan itu. Tapi tentang menjadi lebih berharga dari hari ke hari dan menjaga keuangan keluarganya. Karena keuangan menjadi pondasi dalam segala hal.


Untuk kita semua perempuan yang sedang menjalani banyak peran ibu, istri, pekerja, bahkan pejuang keluarga tidak apa-apa langkah kita tidak secepat orang lain. Karena kita punya garis start yang berbeda dengan mereka. Tidak apa-apa jika kita memilih jalan yang lebih hati-hati dalam keuangan.


Literasi tinggi akan menjaga kita. Dan dari sanalah, risiko bisa kita kelola. Karena Kartini kita tidak berjalan tanpa arah. Tidak memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain maupun tidak tergoda hasil instan tanpa proses.

No comments:

Terima kasih atas kunjungannya, dont forget tinggalkan jejak (Komentar akan dimoderasi) dan saling follow ya, thanks 🙏😊

Theme images by diane555. Powered by Blogger.