Film-film Terbaik yang Membawa Pesan Penting Bergenre Drama Kehidupan

   

Film-film-Terbaik-yang-Membawa-Pesan-genre-Drama-Kehidupan

 Hai Sahabatulfah! Ternyata pandemi sudah 2 tahun saja, pandemi justru mengubah kebiasaan menonton film kita yang awalnya menonton film di bioskop dan sekarang suka menonton film di rumah lewat aplikasi film terbaik. Menurut teman-teman sebenarnya menonton film itu apa sih tujuannya? Apakah buat hiburan saja, meredakan kesedihan, mengikuti artis idolanya, atau menjadi sebuah kebutuhan pokok? Ada yang menonton bisa membuat dia melampiaskan rasa amarah, sedih, dan sebagainya itu mungkin jadi alasan buat dia harus menonton selalu. Bahkan ada yang tidak punya alasan kenapa dia suka nonton, ya jawabannya suka nonton saja. Hehehe! Nah apapun alasannya yang mana tiap alasan masing-masing itu akan berbeda. 

    Aku selalu menonton dari film-film yang memberikan pesan penting di dalamnya, memberikan sarat kehidupan yang tak hanya sekadar percintaan saja. Jujur, aku sebelum pandemi termasuk orang yang tidak suka menonton selain nonton film yang direkomendasikan berhubungan dengan film dari kisah nyata, film tentang mental health, dan film romance yang benar-benar tranding pada masanya. Kenapa? Karena aku dahulu itu hanya berpikir menonton itu cuma buang-buang waktu saja dan membuatku bosan. Eits tapi kalau menonton sendirian ya, namun akan berbeda jika diajak oleh teman-teman, sahabat, atau orang terdekat bakal lain ceritanya, hehehe! Ibaratnya aku bakal menonton saat dipaksa dan sesuai sama tipikal film yang aku sampaikan di atas tadi. 

    Nah, salah satu film yang aku hindari untuk menonton adalah film bergenre horor karena genre ini merasa banyak mudaratnya bagiku. Aku jadi tidak bisa tidur nyenyak, parno banget saat menontonnya, mungkin aku bakal sampai keluar bioskop untuk mengakhiri filmnya dengan perasaan menyesal. Akan lebih baik menonton film bergenre petualangan dan fantasi saja seperti film Harry Potter atau Fast and Furious.

Film-film Terbaik yang Membawa Pesan Penting Bergenre Drama Kehidupan

    Nah kali ini, aku akan merekomendasikan film-film terbaik yang membawa pesan penting yang bergenre romance dan kehidupan. Apa-apa sajakah itu, yuk disimak.

1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)

    

    

    Film yang disutradari oleh Angga Dwimas Sasongko yang dirilis pada 2 Januari 2020. Salah satu pameran utamanya dilakoni oleh Ardhito Pramono. Film ini diambil dari novel yang berjudul sama yaitu NKCTHI karya Marchella FP.

    Film ini berkisah tentang keluarga dimana sangat related dengan cerita kehidupan kebanyakan orang yang terjadi sebenarnya. Film NKTCHI ini nyatanya sangat klasik karena perbedaan antara orangtua dan anaknya. Dari filmnya kita akan banyak belajar akan pentingnya komunikasi itu. NKTCHI ini menceritakan kisah keluarga yang tampak bahagia tapi ternyata setiap anaknya mengalami masalah kesehatan mental akibat banyaknya tuntutan dari orangtuanya. 

Sinopsis Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)

    Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara Aisha), dan Awan (Rachel Amanda) adalah saudara kandung yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. 

    Angkasa (Rio Dewanto) berperan sebagai anak pertama, dia merasa gagal karena tidak bisa menjaga adik-adiknya. Ia suka menyalahkan dirinya sendiri dan tidak merasa baik membuat keputusan dalam hidupnya, walaupun sudah dewasa.

    Aurora (Sheila Dara Aisha) berperan sebagai anak tengah, dia merasa diasingkan dan memilih untuk diam dengan tidak akan berinteraksi dengan keluarganya yang lain. Dia sering menyendiri di studionya dan memendam kekecewaannya karena tidak dianggap kehadirannya oleh orangtuanya.

    Awan (Rachel Amanda) berperan sebagai anak bungsu, dia paling diawasi oleh Ayahnya, dia merasa tumbuh dan gerak berkembangnya sangat terkekang karena sangat dilindungi oleh sang ayah itu. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan bertemu dengan Kale (Ardhito Pramono). Kale adalah seorang bocah eksentrik yang memberi Awan banyak pengalaman hidup baru yaitu tentang patah, bangkit, jatuh, tumbuh, menjadi sesuatu, dan semua ketakutan orang pada umumnya. Kisah ini juga bercerita sosok Ayah yang ingin keluarganya bahagia akan tetapi hal ini mendorong pemberontakan dari tiga bersaudara, nantinya akan mengarah pada penemuan rahasia yang lebih besar dan trauma dalam keluarga mereka. 

    Kisah ini sangat sederhana, Donny Damara berperan menjadi ayah yang terlampau protektif bagi ketiga anaknya, sadari mereka kecil hingga dewasa kini. Rupanya hal inilah yang menyebabkan luka mendalam bagi semua anggota keluarga. Bahkan konfliknya memuncak di suatu hari. Di akhir cerita akan ada rahasia besar yang selama ini disimpan rapat-rapat yang tak diketahui oleh sebagian dari anggota keluarga. 

    Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini, film drama keluarga ini menyajikan konflik antara perspektif anak dan orangtua. Bagiku sebagai seorang anak kita mesti berusaha belajar bagaimana memahami pandangan orangtua kita, pun sebaliknya. Orangtua juga diajak memahami bagaimana perspektif anak-anaknya. Sebab tiap manusia memiliki value yang diyakininya dalam bersikap di keseharian.

    Aku sangat terkesan dengan film ini, jujur dari awal film ini muncul di bioskop sampai akhirnya aku meyakinkan diri buat nonton film ini di bioskop. Aku salut dengan skenario filmnya, patut diacungi jempol. Aku merasakan dalam banget maknanya dari awal hingga akhir. Namun ada beberapa scane yang membuat aku meneteskan air mata karena perasaannya diaduk-aduk oleh pemainnya. Suasananya membuat hati nano-nano, ada scane yang bikin gregetan, antara kesal, sedih, dan kecewa. Yap, NKTCHI ini pokoknya deep dengan kehidupan kita dimulai dari mulai novelnya, web seriesnya, hingga filmnya yang mengupas sisi-sisi kehidupan. Buat aku film ini wajib ditonton untuk setiap anak dan calon orangtua. Jadi banyak pesan yang dapat diambil dari film ini, lebih baik jika filmnya ditonton bersama keluarga sehingga saling belajar satu sama lainnya antara orangtua dan anak.

2. Milea: Suara dari Dilan


    Milea: Suara dari Dilan adalah drama romantis Indonesia tahun 2020 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq. Film ini dialih wahana dari sama dari karya Pidi dan merupakan sekuel dari Dilan 1990 yang rilis di tahun. Kisah film ini diambil dari sudut pandang Dilan dengan menampilkan hal-hal yang tak diceritakan di kedua film sebelumnya.



Sinopsis Film  Milea: Suara dari Dilan

    Film ini bercerita salah satu Panglima tempur dari geng motor, Dilan (Iqbaal Ramadhan) yang menjalin hubungan dengan seorang siswi baru dari Jakarta bernama Milea (Vanesha Prescilla). Dilan berusaha keras untuk mendapatkan hati Milea. Meskipun pada awalnya Milea merasa aneh dengan Dilan, namun lama-lama keduanya saling jatuh cinta. Hingga jalinan cinta antara Milea dan Dilan ini  membuat teman-temannya berpikir berbeda, Dilan mulai terasa jauh dengan anggota geng. 

    Suatu hari terjadi peristiwa keributan dari salah satu anggota geng motor, Akew (Gusti Rayhan) meninggal akibat dikeroyok oleh sekelompok orang. Kejadian yang membuat Milea khawatir akan keselamatan Dilan. Sebagai bentuk peringatan, Milea memutuskan untuk putus dengan Dilan. Milea punya harap agar Dilan menjauhi dunia geng motor. Ternyata peristiwa Akew ini menyeret Dilan ke pihak kepolisian bersama teman-temannya. Perpisahan yang tadinya hanya sementara hingga ternyata menjadi perpisahan yang berlangsung lama sampai keduanya lulus kuliah dan dewasa. 

    Akan tetapi, Dilan dan Milea masih membawa perasaan yang sama saat keduanya kembali bertemu di reuni, hanya saja masing-masing sudah memiliki pasangan. Apabila dua film sebelumnya berasal dari sudut pandang Milea, kali ini cerita berasal dari sudut pandang Dilan. Milea: Suara dari Dilan berada dalam arahan sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq serta penulis naskah Pidi Baiq dan Titien Wattimena.

    Sebenarnya kita hanya mengetahui kisah cinta Dilan-Milea hanya dari sudut pandang Milea, namun berbeda dari film ketiganya ini karena semuanya diambil dari perspektif Dilan. Film ini akan memberikan pemikiran yang berbeda dari Dilan yang sebelumnya belum sempat kamu tahu. Penonton diajak lebih dekat mengenal Dilan secara personal, setelah sebelumnya digambarkan dari pikiran Milea saja. Di sini Dilan akan bercerita banyak, tak hanya dirinya saat bertemu Milea, tapi sejak awal kehidupannya dan juga kehidupan pertemanannya.

    Memungkinkan relate bagi generasi milenial yang pernah berada pada momen romansa di masa sekolah layaknya lirik Chrisye. Hehehe. Jadi bagi yang menikmati film ini ya fair-fair saja, cukup mengetahui bagaimana rasanya momen romansa di sekolah yang sulitnya berkomunikasi dengan pasangan pada waktu itu. Film ini segmented sih, persoalan yang sering terjadi dalam hubungan asmara. Jadi yang menganggap film ini terkesan menye-menye atau terlalu bucin, ya film ini mengajari kita juga bahwa perjalanan hubungan itu bisa terjadi dari kesalahpahaman komunikasi yang sangat penting bagi keduanya. Bisa juga kita saling menjadi moment yang saling menertawakan diri sendiri betapa diri kita pernah berada pada kondisi ini saat di sekolah.

3. Ali & Ratu Ratu Queens

    Film ini menceritakan perjuangan seorang anak yang ingin mencari ibu kandungnya di New York. Naskah Ali & Ratu-Ratu Queens ditulis oleh Gina S Noer, peraih piala FFI 2019 untuk Penulis Skenario Asli Terbaik dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik dalam film Dua Garis Biru. Sutradara Ali & Ratu-Ratu Queens adalah Lucky Kuswandi. Ia membuat film ini berdasarkan pengalaman pribadi produser Muhammad Zaidy atau biasa disapa Eddy, ketika ia tinggal di New York dan bertemu banyak imigran dari berbagai negara dengan latar belakang yang berbeda-beda.



Sinopsis Film Ali & Ratu Ratu Queens

Ali mencari ibunya dengan pilihan memutuskan untuk pergi ke New York membawa ribuan teka-teki setelah merasa ada kebohongan yang dilakukan oleh ayah dan keluarga kepadanya. Berbekal uang seadanya dari hasil penyewaan rumah, Ali terbang menuju New York untuk menemukan tanda tanya hidupnya. Setibanya di New York, Ali langsung menuju alamat yang tertera di surat pemberian ibunya. Namun yang ditemuinya adalah wanita-wanita Indonesia yang sedang mencari keberuntungan di kota ini. Mereka ialah Ance, Party, Biyah, dan Chinta, empat wanita yang dikenalkan sebagai Ratu-Ratu Queens. Queens merupakan sebutan untuk daerah yang mereka tinggali di New York.

       Setelah berhasil menemukan Mia, ibunya, Ali justru mendapati bahwa Mia tidak menginginkan kehadirannya. Setelah beberapa waktu, akhirnya Ali berhasil membujuk berbicara dengan Mia. Alih-alih menjadi titik balik hubungan ibu dan anak, Ali harus berdamai dengan kenyataan bahwa Mia menyuruhnya kembali ke Indonesia dan memilih keluarga barunya di New York. Dari sini, kehidupan Ali bersama Eva dan Ratu-Ratu Queens dalam satu harmoni.


    Menurutku film ini bagus dari banyak segi, seperti penciptaan karakter tokoh dan alur cerita perjalanan seorang Ali yang apik. Keren sekali jika ditonton bersama keluarga karena kesan heartwarming-nya banget. Rekomendasi nih buat sahabatulfah yang menjadi  penikmat film yang senang memanjakan matanya dengan melihat hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Secara visual yang ditampilkan keren pokoknya. Sebenarnya segi alurnya pun sangat sederhana namun dikemas unik dengan kisah tokoh Ali sendiri. 

    Sekian Film-film Terbaik yang Membawa Pesan Penting Bergenre Drama Kehidupan versi sahabatulfah! Adakah film-film ini yang sedang atau pernah sahabatulfah tonton, gimana reaksi kalian setelah menontonnya nih? Hehehe, terima kasih sudah berkunjung semuanya!

17 comments:

  1. Jadi penasaran dengan Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), ntar aku cari ah movienya :)

    ReplyDelete
  2. Milea sudah nonton sih, nah kalau yang Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini belum nonton, bahkan baru tahu di sini. penarasan dengan rahasia besar yang terungkap itu apa ya

    ReplyDelete
  3. ketiga film ini sama sekali belum aku tonton full versionnya. Cuma trailernya nonton berkali-kali. Tapi novel Suara Dari Milea sudah baca, jadi sedikit tidaknya tahu alur ceritanya.

    ReplyDelete
  4. Saya penasaran saya nkcthi dan kukira kau rumah. Katanya kedua film itu banjir air mata. Semoga nanti ada ulasan kukira kau rumah di blog mba ulfah

    ReplyDelete
  5. Sudah dong nonton semuanya, tapi most-ly ketiganya saya memang kurang suka. Ali mungkin yang agak mendingan kalau bicara tentang pesan drama kehidupan.

    ReplyDelete
  6. Aku suka nonton film soalnya suka aja hehe...tapi tentu saja nyari nilai-nilai pembelajaran di dalamnya. Ditambah sebagai media juga untuj nyari ide

    ReplyDelete
  7. Kadang emang banyak pelajaran yang bisa diambil film, termasuk film Indonesia.

    Keren yah film-film Indonesia, makin berkualitas

    ReplyDelete
  8. Nah, film Milea: Suara dari Dilan ini yang aku belum nonton, lihat trailernya di sini, sepertinya harus gercep buat cepet-cepet nonton, nih! :)

    ReplyDelete
  9. Yang film terakhir penasaran nonton sih soalnya kemaren baru lihat di Netflix, dan sempat denger kalau ceritanya bagus. Minggu ini deh dijadwalkan mau nonton Ali dan Ratu Ratu Queens hehe

    ReplyDelete
  10. Demennya itu sineas kita udah makin berkembang dan memberikan suguhan cerita yang bagus juga. Jadinya kita yang nonton terasa dapat manfaatnya

    ReplyDelete
  11. Aku nonton Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini emang bagus banget sih, drama keluarga yang rasanya campur aduk. Dua film lainnya belum nonton, kalau yang Milea malah sudah baca bukunya saja. Penasaran sama fil Ali & Ratu Ratu Queens sih aku

    ReplyDelete
  12. dan tiga-tiganya belum saya tonton dong. Setelah baca tulisan ini, jadi penasaran pengen nonton filmnya

    ReplyDelete
  13. Aq pilih Milea dan Ali, karena aku ngefans banget dengan Iqbaal haha... :) ssampe Dilann 1990 dulu ku nonton berkali2

    ReplyDelete
  14. Sama Ulfah, aku juga enggak suka nonton film horor karena tak bisa dinikmati. Masa bayar buat takut, hehehe. Dari tiga film yang kamu jelasin, aku cuma pernah nonton Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Memang bagus filmnya, kayaknya dulu aku nangis nontonnya.

    ReplyDelete
  15. Iya, 3 film di atas memang sangat recommended ya
    Banyak inspirasi yang bisa kita dapatkan

    ReplyDelete
  16. Mbak Ulfa,ulasannya kereen. Meski ketiganya saya belum nonton, tapi dari dulu saya pingin banget nonton NKCTHI ini.
    Semacamada luka pengasuhan dari sang ayah (Donny Damara) gitu, ya mbak akhirnya ngaruh kr krhidupan putra-putrinya.
    Keren2.

    ReplyDelete
  17. Saya penasaran saya nkcthi dan kukira kau rumah. Katanya kedua film itu banjir air mata. Semoga nanti ada ulasan kukira kau rumah di blog mba ulfah

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya, dont forget tinggalkan jejak (Komentar akan dimoderasi) dan saling follow ya, thanks 🙏😊

Theme images by diane555. Powered by Blogger.