Kiat Merintis Bisnis Dari Nol. Yuk Belajar Dari Perjalanan Saudagar Kaya Ini

Belajar-dari-basrizal-koto

    Hai Buds, dalam langkah merintis bisnis penting gak menumbuhkan tekad, Buds? Terutama pilihan yang harus dikorbankan setiap calon pebisnis. Memulai bisnis dari nol tentunya harus berani memilih. Hidup ini adalah pilihan, sosok yang diidolakan ini mesti memilih antara berhenti sekolah atau bekerja membantu keberlanjutan sekolah adik-adiknya serta orang tuanya yang bernasib malang, ia bernama Basrizal Koto (Basko). Basko lahir di ranah Minang, tepatnya Pariaman. 

    Sukses yang dilaluinya berliku-liku, perjalanan yang dijalaninya penuh sepak terjang mencari pekerjaan di Padang. Berkat kerja kerasnya selama ini beliau mendirikan mall Basko dan hotel yang terkenal di Padang.


Kiat Basrizal Koto Menjadi Saudagar Kaya


    Yuk belajar dari pengalaman Basrizal Koto. Dibalik namanya yang kampungan ini bahkan menjadikan beliau sebagai idolanya anak muda. Saat aku membaca buku Basrizal Koto mengenai kisah perjuangan hidupnya, berkaca-kaca mataku karena story yang luar biasa. Beliau semangat untuk maju, pelan-pelan namun pasti kini namanya harum sebagai "Saudagar Kaya”.


Wah... Keren kan?


Merangkak-Berjalan-Bertumbuh-Bisnis

    Menjadi saudagar kaya tak seperti membalikkan telapak tangan, ada angin dan ombak perahu yang menghempas perahu cita-citanya. Basko merangkak dari bawah terlebih dahulu hingga menjadi saudagar kaya. Mulanya beliau merintis bisnis dari nol, barulah terjadi pertumbuhan bisnis, keyakinannya kuat untuk mengelola usahanya menjadi lebih besar.


    Tak ada yang menduga pendidikan beliau hanya SD, itu pun tak tamat. Berbekal kegigihan dan tekadnya untuk mengubah nasib. Basko mencoba berusaha jadi seorang stokar oplet, tukang jahit, makelar mobil yang semuanya telah dilakukan demi memenuhi kebutuhan adik-adiknya. Keberhasilannya menyeruak di segala bidang usaha, real estate, mall-mall, hotel-hotel, industrial, dan lain-lainnya. Sebagai anak yang pernah tinggal di kolong jembatan, ini merupakan kesuksesan yang luar biasa.


1. Kerja Keras dan Pantang Menyerah Ialah Kuncinya


    Calon pemilik bisnis dalam membangun bisnisnya harus lekat dengan sikap pekerja keras, berkemauan kuat untuk menyelesaikan visinya, serta pantang menyerah dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.


    Kalau kita orang pertama yang mendengarkan cerita Basko, tapi gak mungkin. Namun jika iya, banyak sekali gumpalan kepedihan yang harus beliau ceritakan, berdarah-darah. Bahkan benar saja dengannya kita ikut berempati atas penderitaan itu. Beliau selalu tabah menerima segala masalah dan cobaan. Salutnya, semuanya terselesaikan dengan baik oleh beliau sehingga kini sayap terkuatnya terbang seanteronya, Buds.


2. Jejaring Adalah Aset


    Salah satu kiat selanjutnya yang diperhatikan ialah fokus membangun jejaring. Mengapa jejaring adalah aset?  Aset adalah sebuah hal berharga yang harus dimiliki supaya bisnis terus maju, Buds. Dari jejaring itu terbentuklah kolaborasi, yang tujuannya membangun kerjasama dengan pihak lain.


    Seperti Basrizal Koto mendekati semua orang, semua penguasa, dari kalangan profesor hingga kalangan rendah. Baginya menjalin hubungan dengan siapapun bakal membuat value tersendiri. Karena fokus berbisnis diimbangi dengan hal-hal yang menyangkut kebersamaan dan kepedulian antar sesama.


3. Fokus Mengembangkan Bisnis


    Jika kita sebagai anak muda ingin cepat kaya raya, tapi menjadikan bisnis sebagai usaha sekedarnya saja. Karena fokus terbagi-bagi, bagaimana jadinya bisnis jika cuma sebagai uji coba Buds? Menganggap ini seperti batu loncatan untuk tujuan selanjutnya. Padahal untuk mengembangkan bisnis dengan konsistensi sebisa mungkin dapat menjadi langkah awal kita sebagai Saudagar Kaya.  


4. Patuh Terhadap Orang Tua dan Tuhan


    Orang tua adalah pintu keberhasilan kita. Kita patut meminta ridho dari mereka atas apa yang kita lakukan. Jangan lupakan mereka saat kita berhasil mencapai sesuatu, karena tidak lain itu adalah jawaban dari doa orang tua kita. Percayalah, doa mereka yang selalu melangit. Sementara itu, usaha kita semua atas izin Tuhan juga.


    Begitu prinsip Ibunda Basrizal Koto. Dalam pengajaran spiritual yang diberikan terus-menerus tanpa henti. Basko dididik oleh sang Ibunda yang menanamkan tentang cinta dan ketuhanan atau kecerdasan spiritual. Dari sikap akan menjadi karakter yang membentuk kecerdasan emosional. Sebab keberhasilan tak hanya pada mereka yang cerdas secara intelektual saja. Namun dari Basko kita belajar bahwa keberhasilan tersebut berasal dari kecerdasan spiritual dan emosional.


5. Start To Growth. Siap-Siap Untuk Bertumbuh

Dari buku beliau dipetik makna


“Belajarlah jadi seorang pedagang yang baik dari pemilik toko, belajarlah menjadi penjual ternak yang baik karena suatu saat kita akan memiliki peternakan besar. Sembari kita bertumbuh, banyak hal yang dapat kita ambil pelajarannya”


    Artinya saat kita menjadi karyawan, belajarlah menjadi boss yang baik. Mulailah dari bisnis yang bisa dilakukan. Dari bisnis terkecil karena usaha besar terjadi bila kita melakukan bisnis kecil-kecilan dahulu. Jangan menunggu nanti atau esok, yuk bersiap-siap sekarang juga!


Strategi Merintis Usaha Dari Nol


Strategi-Bisnis-0nline-Dari-Nol


1. Memahami Ceruk Pasar Bisnis


    Ceruk adalah segmen pasar yang belum tergarap. Pada usaha kecil kita dengan mudah memahami ceruk pasar sendiri dibandingkan perusahaan besar. Itu karena pada perusahaan besar banyak sistem yang digarap untuk mengetahui segmen pasarnya.


Riset-Ceruk-Pasar

    Hal inilah harus dijawab sebelum kita berbisnis. Pebisnis yang cerdas harus menggarap ceruk pasar tersebut sebelum berjalan jauh merancang ide-idenya.


2. Merancang Business Plan

    Setelah kita tau calon segmen pasar, maka langkah kita berikutnya adalah merumuskan rencana bisnis yang menggambarkan strategi bisnis. Perencanaan bisnis bukanlah sesuatu yang baru dan seringkali dianggap remeh. Padahal ini penting sekali untuk bisnis kedepannya. Maka buat planning secara tertulis barulah kemudian kita menginvestasikan modal untuk memulainya.


3. Perencanaan Keuangan


    Setelah kita merencanakan bisnis maka kita akan mengubah semua business plan tersebut menjadi uang. Sehingga perputaran uang akan jelas dan bernilai bagi usaha yang sedang dirintisnya. Perencanaan keuangan ini meliputi anggaran kas, laporan laba rugi, neraca, dan grafik titik impas.


    Setelah kita merancang keuangan, artinya dengan mudah kita mengetahui berapa besar modal yang dihabiskan yang pada akhirnya mencetak laba. Hal ini menjadi ukuran keberhasilan bisnis lewat keuntungan tersebut.

  

Setelah Belajar Merintis Bisnis Kecil, Kita Beralih ke Bisnis Besar


Era-Supplies-Indonesia

    Seperti Era Supplies Indonesia yang menjual produk HP, laptop, dan printer. Contoh produk printernya adalah laserjet Pro M404DN yang paling bagus untuk cetak foto skala besar, Buds. Sebab printer laser sudah dikenal performanya yang tinggi. Printer multifungsi ini memiliki kecepatan cetak yang bagus, resolusi cetak yang tajam dan berkualitas, dengan design yang lumayan ringkas 38,1 cm (W) x 21,6 cm (H) dan beratnya 8,56 kg. Printer laser HP monokrom ini sangat ramah lingkungan dan hemat daya karena untuk menghidupkannya printer ini terbilang murah yang hanya memakan daya yaitu 5,5 watt. Gimana tertarik, Buds!


Sekian dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat.

6 comments:

  1. terima kasih kiat-kiatnya kak, bermanfaat sekali

    ReplyDelete
  2. makasih untuk sharingnya..
    info grafisnya juga bagus!
    pembahasannya ringan mudah dipahami...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih mas Riza... Kalau aku udah nemu topik yang pas, asik dan senang buat infografis sama karangka tulisannya mas😊😅🤗

      Delete
  3. Papaku kan pengusaha bakery mba. Naah salah satu yg papa selalu wanti2 ke aku dan adek2 kalo soal bekerja ato berbisnis, salah satunya bakti thd ortu :). Selama msh ada, restu dari mereka itu penting. Dulu pas nenek ku masih hidup, apapun itu papa selalu ngutamain ibu nya :). Mungkin Krn itu rezeki bisnis papa juga bagus.

    Kerja keras pasti, pantang menyerah wajib, laku zakat dan sedekah jgn pernah lewat. Tp bakti thd ortu itu hrs selalu diinget. Pesen papaku itu aja. Dan slalu aku coba terapin dlm kehidupanku juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tau juga papa mba Fanny pengusaha bakery. Kalo aku nama kakek doang bakery mba, hehehe dianya mah buka usaha kelontong. Papanya mba Fanny sama kek papanya aku tuh mba, dia ngutamain ortunya, skrg beliau udah meninggal jadi hajinya andung tuh papa yg gantiin mba tahun 2025 nanti.

      Aku yakin itu kuncinya mba, kerja keras trus zakat sama sedekah jgn lupa ya mba... Wahh kerenn pesannya mba Fanny😊🤗❤️

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, dont forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks 🙏😊

Theme images by Galeries. Powered by Blogger.