Random Thought, Cerita Tahun Pandemi di Penghujung 2020

Random Thought, Cerita Tahun Pandemi di  Penghujung 2020


Haii Buds. Aku baru nongol lagi nih, karena beberapa hal membuatku sibuk dan akhirnya inilah sedikit tulisanku di penghujung akhir tahun 2020 ini. Salah satu tahun  yang tak pernah diduga akan seperti ini. Yang ada dalam bayanganku dulu ketika berganti 2019 ke 2020 adalah perjalanannya. Dengan harapan bahwa 2020 dapat menambah relasi, ikut andil semua kegiatan organisasi, ikut dalam aktivitas sosial berupa volunteer, yang intinya ingin menambah jejaring pertemanan dari latar belakang lingkungan yang berbeda. Pokoknya dibaca sampai habis ya buds, hehehe.

Setiap manusia adalah makhluk sosial, saling membuka diri, saling tolong menolong, dan saling dalam segala aspek. Bahkan semua berubah dan melawan definisi itu. Ketika kita berpas-pasan di pasar raya menggunakan masker dan tidak bersalaman dengan keluarga adalah sombong alias gak mengerti sikap adat (jika di Minangkabau) dan sebagainya, tapi kini itu biasa saja. Ada juga parno sebab melihat orang tiba-tiba jatuh di tengah jalan, namun inisiatif kita tidak lagi segera membantu mereka, tapi malahan mereka dibiarkan dulu dibawa oleh petugas covid'19, dikarenakan kekhawatirannya akan terindentifikasi virus covid'19. Begitu banyak kejadian yang melawan batas kemanusiaan kita. Eh, gak dong gapapa demi keselamatan diri kita dan keluarga. Masa ini tak bisa kita meratapinya. Dengan mempedulikan kesehatan kita saat inilah bukti kita sudah peduli terhadap  sesama.Random Thought, Cerita Tahun Pandemi di  Penghujung 2020

Nah, pertama kali terjadi di bumi ini. Yang suka bermain game zombie, pasti tau ketika api disemburkan ke lawannya, otomatis lawannya mati. Nah ini fakta terjadi di Wuhan, China. Apalagi kita bertemu orang yang terkena virus, virus akan mencari jalan hinggap di baju atau di tempat yang kita sentuh, lalu seketika rantai kematianlah yang mengincar kita. Dan marak virusnya tersebar di Indonesia pada bulan Maret, virus mematikan yang disebut covid'19 pun aktif di Indonesia. 

Dampak itu dirasakan oleh dunia pendidikan. Dimana ketika babak perkuliahan baru saja dimulai 2 mingguan. Bagaimana mungkin, materi kuliah hitung-hitungan diterima secara baik oleh mahasiswa jika kuliah saja dilakukan daring. Kok tidak efektif rasanya bagi kita yang dihantui angka-angka kuliahnya bahkan secara tatap muka saja kami masih kurang mengerti apalagi secara online. Shock tapi tetap tenang, kalian tidak sendirian kok. Aku juga, hehehe.

Awalnya kepikiran kalau diliburkan dua minggu saja. Tetapi yang terjadi semakin lama virus ini makin membuat kami was-was. Fix, perkuliahan diperpanjang hingga akhir tahun. Entah akan berlanjut atau gak sampai tahun 2021. Senang? Sedih? Cemas? Semua perasaan bercampur aduk, ya bagaimana tidak. Pada semester ini aku telah menjadi mahasiswa semester akhir, itu artinya drama skripsweetnya dimulai. Perjalanan mendapatkan skripsi ini sedang proses sekarang. Hehehe doakan ya buds semoga skripsinya dilancarkan dan dimudahkan semuanya. Aamiin doa yang sama buat kita semua, semangat gaiss.

Di kota besar menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Lalu kota Padang yang dijuluki nama Padang Kota Tercinta, berada di zona orange. Dapat diartikan bahwa Padang menjadi daerah yang beresiko sedang. Tetap saja Kota Padang diterapkan PSBB. Mall-mall ditutup, aktivitas beramai-ramai diberikan aturan ketat. Penghujung tahun 2020 semua aktivitas di luar rumah harus menggunakan masker dan membawa handsanitizer.

Random Thought, Cerita Tahun Pandemi di  Penghujung 2020
Yap, kita dituntut untuk jangan egois, hey kamu berhak melindungi orang yang kau sayangi. Tahun ini mungkin berat bagi perantauan karena susah pulang. Itulah menandakan mereka sangat menyayangi keluarganya di rumah. Termasuk kami sekeluarga. Kepulangan abangku dari Jerman ke Indonesia membuat kami khawatir. Karena takut jika pesawat internasional ditutup penuh, sementara jatah liburnya cuma sebulan. Abang udah sampai di Jakarta bulan Maret itu, selama beberapa hari dia diisolasi di sana untuk check up kondisinya ke rumah sakit terdekat. Hasilnya negatif tapi setelah tiba di Padang dia harus diisolasi selama 14 hari karena ketentuannya begitu. Pun kalau waktu liburnya habis ia harus balik namun kemungkinan pesawat internasional tidak beroperasi lagi. Ternyata keputusan inilah yang terbaik dan terbukti benar pesawat internasional pertengahan april ditutup oleh pemerintah Indonesia.

Tahun sebelum-sebelumnya, sakit kamu tak meresahkan banyak orang. Berbeda dengan sekarang, tiap kali kontak fisik atau berlalu lalang di tempat keramaian kita mesti menjaga jarak, mengganti pakaian sehabis pulang dari sana dan membersihkan badan kita agar virus tidak menempel. Karena dari benda-benda yang disentuh virus bisa menular hingga semua keluarga dapat imbasnya. Di satu keluarga kena maka seluruh keluarganya akan tes swap. Memang kita tak menginginkan keadaan ini, semoga kita dan keluarga juga terhindar dari virus ini. Semoga yang sedang berjuang segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga tercintanya yaa, aamiin.

Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk seluruh pembelajaran di tahun ini.

Terima kasih tahun ini juga banyak pencapaian kita berbeda dengan sebelumnya. Tapi bukti kita telah mencapainya adalah tahun yang berat ini mampu kita melewatinya. Sehingga dapat menjadi sebuah guru terbaik di hidup kita. Karena sudah memberikan pembelajaran yang berarti.

Mungkin karena tidak semua bisa kita realisasikan di tahun ini, kalian gak sendirian ya buds. Semua orang begitu. Tapi dengan caranya masing-masing mencoba bekerja sama untuk sedikit merealisasikannya. Setidaknya beri waktu buat bernegosiasi dengan dirimu sendiri. Semisal, aku tadi ingin mengikuti kegiatan yang menambah pengalaman dan jaringanku ketika awal tahun dulu. Maka ketika tadi tidak bisa direalisasikan, alhamdulillah selama pandemi dengan mengikuti banyak acara online baik acara-acara virtual, seminar online, dan sebagainya. Itu sedikit banyaknya sudah penerimaan kita tentang pencapaian tadi.

Mungkin kita masih tak kasat mata melihat keberadaan virusnya, tapi memang kadang harus diyakini bahwa dia ada. Ya, untuk itu penting menjaga kesehatan kita dan orang-orang di sekitar kita. Jadi gak boleh menyepelekannya ya buds.

Random Thought, Cerita Tahun Pandemi di  Penghujung 2020
Oiya, terakhir ada highlight yang perlu diketahui yaitu selama 2020 ini kita lebih banyak waktu dengan diri sendiri. Itu artinya kita lebih expert dengan pendekatan diri dan pendewasaan diri. Dimana saat kita bercerita dengan diri sendiri kita ingat bahwa diri kita ada untuk diri ini dan berjuang menghadapi perubahan yang terjadi. Sehingga ketika keadaan tak sesuai dengan kenyataan, kita menerima dan memberi kekuatan kepadanya. Apa yang kita lalui tak luput dari perhatian yang di atas, kita berada di tempat yang sama. Tapi yang membuat kita beda adalah cara kita menjalani versi terbaik kita. Ya, kita yang menghargai diri kita, mendukung mimpi kita, menjalani dengan proses yang cukup berbeda dibandingkan sebelumnya, hingga menerimanya utuh beginilah diri kita apa adanya. 

Ternyata begini kita manusia membutuhkan apapun, siapapun dan dalam bentuk apapun. Baik itu butuh keluarga, teman terdekat, butuh energi, dan sebagainya. Tapi itu kita lakukan hanya secara virtual atau daring. Yap, semoga doa semua orang terkabulkan. Segera menjauh pergi wahai virus covid'19 dari bumi ini. Karena kami ingin hidup normal. Ingin menjalani aktivitas seperti biasa, karena bagaimanapun di tahun ini segala aspek kehidupan terhenti dan menurun begitu saja. Walaupun aspek kesehatan paling dominan saat ini. Tetapi kaitannya begitu erat dengan perekonomian, sosial, dan sebagainya.

Sekian dulu random through dari sahabatulfah. Terima kasih sudah setia membaca postingan ulfah yaa. Salam dari Padang. Kami sehat selalu di sini, begitu juga harapannya buat kalian buds. Terima kasih buat sahabat yang telah mengikuti blog pribadi Ulfah selama ini. Mohon maaf apabila ada salah dan khilaf. Sehat-sehat ya semuanya, semoga di tahun 2021 kita makin semangat berkarya dan dimudahkan urusannya. See you, salam hangat dari saya, Ulfah Aulia (sahabatulfah.com)

Bagaimana denganmu kesan yang dirasakan di tahun 2020 ini?

2 comments:

  1. Benar, kak. Tahun ini berbeda dari tahun lalu. Perubahan yang bikin kita jadi (mungkin) lebih ngerti teknologi. Dulu jarang pegang laptop, sekarang jadi rajin..😁

    Moga Kita sehat selalu n bahagia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kk, salam kenal... Eh benar ya kk, semakin ngerti teknologi dan lebih sering pegang laptop apalagi apa2 harus online gini ya kk, hehehe

      Aamiin ya Rabb 😇😅

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya, dont forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks 🙏😊

Theme images by Galeries. Powered by Blogger.