Rekreasi ke Puncak Pato, Ranah Filosofi Adat Minangkabau

Ranah Minang menjadi salah satu surga dunia. Apalagi dilihat dari wisatanya banyak sekali yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai yang eksotis pun bukit dengan pemandangan cantiknya. Tapi tak lengkap jika hanya mengunjungi pantai dan bukit saja. Mengapa? Ya, di sini ada juga danau yang selalu dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya danau terluas di pulau Sumatera adalah danau Singkarak.  Nah, rekreasi ke tempat yang satu ini, kita dapat menikmati puncak sekaligus danau Singkarak. Amazing bukan? Really

Yuk. Jalan-jalan virtual dulu...

Rekreasi ke Puncak Pato, jika perjalanannya dimulai dari Kota Padang, ibu kota dari Sumatera Barat. Maka kita dapat menempuh jarak sekitar kurang lebih 133 km atau dengan waktu tempuh sekitar 3 jam perjalanan darat.

Baca juga :

ayo ke sumatera barat disinilah negeri terindah dunia

Puncak Pato berada di Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Ketika sudah sampe di Batusangkar maka jarak tempuh kita hanya 17 km saja atau memakan waktu yaitu 45 menit ke Puncak Pato.

Sepanjang jalan menuju ke Puncak Pato kita melewati banyak rumah gadang/ rumah adat Minangkabau. Seperti Istana Pagaruyung.

Istana Pagaruyung menjadi ikon yang paling diminati oleh mancanegara atau wisatawan kalau rekreasi ke Batusangkar. Jangan lupa ya, berkunjung ke sini juga pastinya. Nah, apalagi sekarang tuh terdapat penyewaan adat pakaian Minangkabau dan boleh bebas berfoto ria tanpa batas waktu.

Lagi-lagi ngomongin tentang ranah minang pasti terkenal dengan budayanya yang kental. Adat istiadatnya masih melekat, ragam budayanya beragam tapi mempunyai satu filosofi yang unik. Pernah gak teman-teman dengar "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah"? Bagi orang Minangkabau tentunya tidak asing lagi filosofi ini. Tapi bagi orang bukan Minang, baik itu orang Betawi, Sunda, Bali, dan sebagainya mungkin masih belum familiar kurasa.

Begini, tak dapat dipungkiri inilah prinsip orang Minangkabau. Artinya Adat Basandi Syarak, dimana adat Minangkabau mengatur semua yang berlandaskan kepada syari'at. Sedangkan arti Syarak Basandi Kitabullah, yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah. Bahwa apa yang dikatakan dalam Al-Qur'an seharusnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Minangkabau, baik aturan adat yang berhubungan dengan pernikahan, acara turun temurun ataupun pekerjaan biasa. 

Bagaimana asal muasal adat Minangkabau? Mari, kita bisa mengenal Minangkabau.

Dirumuskan atas perjanjian bukit marapalam. Marapalam berasal dua kata yaitu marapek dan alam dan dapat diartikan sebagai merapatkan atau mengeratkan hubungan. Lalu penasaran kan, emangnya ada pertikaian apa bisa diberikan nama seperti itu?

Dahulu kala, kaum adat dengan kaum Islam terjadi perselisihan. Karenanya kaum Islam tidak menyetujui kebiasaan orang Minangkabau yang menyimpang dengan kehidupan agama islam. Pelanggaran penerapan syariat Islam menjadi pemicunya perang paderi. Pada tahun 1803 kedua belah pihak menyadari bahwa pertikaian ini bermunculan disebabkan pihak Belanda masuk hingga membuat perang makin menjadi-jadi. Sebenarnya musuh utama dan paling besar itu adalah Belanda yang paling lama menjajah Indonesia. Dan terhitung juga bahwasanya Belanda sangat lama menjajah Indonesia yaitu 350 tahun sebelum kita merdeka.

Nah dikisahkan bahwa perjanjian marapalam dua tokoh pencetusnya, yaitu Datuk Bandaro wakil golongan adat dan Tuanku Lintau sebagai tokoh yang memperkasainya dibentuk untuk memperbaiki hubungan keduanya. 

Lalu apa saja isi perjanjian marapalam?

Sumpah Satiah Bukit Marapalam berisikan filosofi adat Minangkabau tadi yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Oleh karenanya adat dapat dijalankan dengan semestinya, tapi tetap saja semua dikembalikan lagi kepada hukum Islam. Dan dari zaman dahulunya orang Minangkabau sudah pasti orang Islam. 

Namun, ada satu bagian dari Minangkabau yang masih menjadi simpang siur mengenai ahli waris. Warisan diturunkan oleh pihak perempuan atau disebut bundo kanduang. Ya, karena bundo kanduang sangat diagungkan dalam Minangkabau keberadaannya. Sehingga Minangkabau menganut sistem matrilineal atau warisan diturunkan oleh pihak ibu. Tapi dalam perjanjian ditetapkan harta pusaka tertinggi tetap milik perempuan, sedangkan dalam harta pencarian seorang ayah tetap diwariskan oleh hukum Islam sebagaimana yang ditetapkan dalam Al-Qur'an.

Selain itu, dilarangnya melakukan perjudian seperti sabung ayam dan adu kerbau. Intinya, segala bentuk yang bertentangan dengan hukum Islam. Itulah sepenggal kisah adat Minangkabau.

Sesampainya kita di Puncak Pato. Bahkan cuaca di sana terbilang cukup sejuk, sehingga masyarakat banyak memanfaatkan keadaan dengan menanam sayuran, tanam-tanaman hingga pembuatan gula saka. Sebab masyarakat rata-rata bermata pencaharian sebagai petani tebu, tebu yang selanjutnya diolah menjadi gula.

Kita juga akan melihat pemandangan segar dan alami, seperti pohon pinus yang rindang. Pun semakin bagus ketika kita melihat dari puncak akan tampak jelas perkampungan penduduk di Nagari Sungayang yang cukup elok dan menentramkan. Ketika cuaca sangat cerah maka kamu akan beruntung dapat melihat keindahan Danau Singkarak dan Gunung Merapi dari kejauhan dengan sangat jelas. Meskipun pemandangan Puncak Pato sangat asri dan sejuk. Tetapi sewaktu aku pergi kesana wisata ini masih dalam tahap pengembangan. Tentunya akan ada wahana baru yang ditambahkan oleh pemerintahan setempat. Karena wahana yang masih belum siap atau selesai dikerjakan pada saat itu.

Inilah suasana yang dapat kita saksikan langsung ketika menuju perjalanan Puncak Pato ini.

Sekian rekreasi Budaya kita ke Puncak Pato, sekaligus ranah asal filosofi adat Minangkabau.  Bagaimana dengan kisah teman-teman yang pernah ke ranah Minang? Atau orang Minangkabau yang belum tau asal muasal filosofi adatnya? Gimana, semakin paham dan dekat kan setelah baca artikel ini?


8 comments:

  1. wah aku sdh ke iestana pagaruyung. dan memang alam minagkabau indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh seru dong mah.. Terima kasih mah udah mampir ke blognya aku๐Ÿ˜…

      Delete
  2. Adat basambi syarak, syarak basambi kitabullah. Semboyan yang keren dari tanah minangkabau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luar biasa mas keren deh pokoknya. Terima kasih juga mas udh mampir ke sini๐Ÿ™๐Ÿ™

      Delete
  3. Aku bangga jadi orang minang, nilai ke kultusan adat istiadat tak pernah lekang di sini. Dan keindahan alam yang maha sempurna.tulisan ini adalah buktinya. Bravo ini, semangat nulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, adat minang tidak akan pernah hilang, bangga awak jadi urang minang yo Uda... Fighting juga nulis karyanya Uda. Thanks sudah support dan mampir, yo Uda :))

      Delete
  4. Cukup bermanfaat & menambah wawasan say.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya, don't forget tinggalkan jejak dan saling follow ya, thanks ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

Theme images by dfli. Powered by Blogger.